Calon dari Jakarta dan Luar Desa Serbu Bursa Petinggi Sengonbugel, Mungkinkah Sampai Putra Daerah Tersingkir!”

GLOBAL7 JEPARA – Pemilihan Petinggi Desa Sengonbugel, Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara, tahun 2026 menyita perhatian publik. Untuk pertama kalinya dalam sejarah pemilihan petinggi di desa tersebut, muncul bakal calon yang berasal dari luar Desa Sengonbugel, bahkan salah satunya disebut berasal dari Jakarta. Kondisi ini memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Pendaftaran bakal calon petinggi dibuka pada 22 Juli hingga 3 Agustus 2026. Pada hari pertama, Solikhan, warga Dukuh Bugel RT 05 RW 03, menjadi pendaftar pertama. Sehari kemudian disusul Sudarso, warga Dukuh Cikal RT 04 RW 01 yang juga diketahui menjabat sebagai perangkat Desa Sengonbugel.

Menjelang penutupan pendaftaran pada hari terakhir, perhatian warga semakin tertuju setelah muncul pendaftar dari luar desa, yakni Teguh Santoso dari Ngerau dan M. Soleh dari Kedung. Selain itu, terdapat nama Bambang S yang disebut berasal dari Jakarta. Fenomena tersebut dinilai belum pernah terjadi pada periode-periode pemilihan petinggi sebelumnya.

Hingga penutupan pendaftaran, panitia mencatat terdapat 10 bakal calon, yaitu:
Solikhan
Sudarso
Mulyono
Kiman
Nor Kholis
Cipto
Teguh Santoso (Ngerau)
M. Soleh (Kedung)
Bambang S (Jakarta)
Bambang S.S.

Bambang sebagai warga dan Sebagian warga lainya berharap jabatan petinggi tetap dipimpin oleh putra daerah yang memahami kondisi sosial, budaya, dan kebutuhan masyarakat Desa Sengonbugel. Namun, Ketua Panitia Pemilihan Petinggi, Darmanto, menegaskan bahwa proses pencalonan mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Menurut Darmanto ketua panitia , setiap Warga Negara Indonesia yang memenuhi persyaratan administrasi sesuai regulasi, termasuk ketentuan kependudukan yang dipersyaratkan, memiliki hak untuk mendaftarkan diri sebagai bakal calon petinggi. Karena itu, panitia tidak dapat menolak pendaftaran seseorang hanya karena sebelumnya berasal dari luar desa apabila seluruh persyaratan telah dipenuhi.

Dengan jumlah pendaftar yang mencapai sepuluh orang, panitia akan melaksanakan tahap seleksi untuk menentukan lima bakal calon yang berhak mengikuti tahapan pemilihan berikutnya.

Proses seleksi tersebut diperkirakan akan menjadi sorotan masyarakat. Sejumlah warga menyatakan akan mengawal seluruh tahapan agar berjalan objektif, transparan, dan sesuai aturan. Mereka berharap mekanisme seleksi benar-benar dilakukan secara adil sehingga tidak menimbulkan polemik, terutama apabila nantinya terdapat calon putra daerah yang tidak lolos ke tahap pencalonan.

Pemilihan Petinggi Desa Sengonbugel tahun 2026 pun diprediksi menjadi salah satu kontestasi desa yang paling menarik perhatian di Kabupaten Jepara, mengingat tingginya jumlah pendaftar serta munculnya fenomena bakal calon dari luar desa yang memicu perdebatan di tengah masyarakat.

 

Global7/AR

Pos terkait