JEPARA | Global7.id — Program “Padang Jinglang” yang sempat digaungkan Pemerintah Kabupaten Jepara untuk memperbaiki dan memperluas penerangan jalan umum kini menuai sorotan tajam masyarakat. Sejumlah warga menilai program tersebut belum terlihat nyata di lapangan, sementara angka kecelakaan lalu lintas malam hari masih terus terjadi akibat minimnya penerangan jalan.
Keluhan itu salah satunya disampaikan Haris, tokoh masyarakat asal Kecamatan Keling, Jepara, kepada media global7.id Ia menilai janji penerangan jalan yang sebelumnya disampaikan pemerintah daerah hingga kini belum dirasakan masyarakat, khususnya di jalur jalur rawan kecelakaan.
“Program Padang Jinglang yang dulu digaungkan dan menjadi visi misi bupati jepara seolah hanya menjadi slogan. Faktanya, masih banyak jalan gelap yang membahayakan pengguna jalan, terutama malam hari,” ujar Haris.
Menurutnya, kondisi tersebut tidak bisa dianggap sepele karena menyangkut keselamatan masyarakat. Ia menyebut banyak kecelakaan di wilayah Jepara terjadi pada malam hari di lokasi dengan penerangan minim, terutama di jalur antarkecamatan dan kawasan tikungan serta tanjakan.
“Kalau pemerintah serius, seharusnya titik titik rawan itu sudah menjadi prioritas. Jangan menunggu korban terus berjatuhan baru bergerak,” tegasnya.
Beberapa ruas jalan yang kerap dikeluhkan masyarakat antara lain jalur Jepara–Bangsri, kawasan Keling, Pakis Aji, hingga sejumlah titik di jalur Jepara–Kudus. Warga menyebut lampu penerangan banyak yang mati, bahkan ada ruas jalan yang sejak lama belum tersentuh pemasangan PJU.
Kondisi jalan gelap dinilai memperbesar risiko kecelakaan, terlebih saat hujan, kendaraan besar berhenti di badan jalan, maupun ketika pengendara roda dua melintas dengan jarak pandang terbatas.
Masyarakat berharap Pemerintah Kabupaten Jepara tidak hanya menjadikan program penerangan jalan sebagai narasi politik semata, melainkan benar benar diwujudkan secara nyata demi keselamatan publik.
Hingga berita ini diturunkan, ruas jalan di Kabupaten Jepara masih seperti lorong gelap kematian.
G7/AR










