Global7.id – Nasional,
Momen sakral Salat Idul Fitri yang seharusnya berlangsung khusyuk dan penuh kedamaian mendadak berubah menjadi ricuh. Sebuah video yang memperlihatkan aksi baku hantam antar ibu-ibu di tengah pelaksanaan ibadah viral di media sosial dan mengundang perhatian luas publik.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi di sebuah lapangan di wilayah Morotai, Maluku Utara, pada Sabtu (21/3/2026), tepat saat khotbah Idul Fitri sedang berlangsung dan diikuti ratusan jemaah.
Dalam video yang beredar, suasana awalnya tampak normal. Para jemaah duduk rapi mendengarkan khotbah yang disampaikan oleh khatib. Namun, situasi mendadak berubah ketika terdengar keributan dari salah satu barisan jemaah perempuan.
Tak lama kemudian, empat orang ibu-ibu terlihat terlibat cekcok yang berujung pada aksi saling serang. Mereka terbagi dalam dua kelompok dan saling melayangkan tamparan serta tarik-menarik pakaian di tengah kerumunan jemaah lainnya.
Keributan itu sontak memecah konsentrasi jemaah yang sebelumnya fokus menyimak pesan-pesan keagamaan. Beberapa orang terlihat berdiri dan mencoba melerai, namun emosi yang sudah memuncak membuat situasi sulit dikendalikan dalam waktu singkat.
Ironisnya, di tengah aksi saling pukul tersebut, suara khatib masih terdengar jelas melalui pengeras suara masjid.
“Ma’asyiral muslimin jamaah Id yang berbahagia…”
suara khatib tetap mengalun, menciptakan kontras yang tajam antara pesan damai yang disampaikan dengan kejadian di lapangan.
Video kejadian ini dengan cepat menyebar di berbagai platform media sosial dan menjadi perbincangan hangat. Salah satu akun yang mengunggah video tersebut, @bg_domu, menyebut bahwa keributan diduga dipicu oleh persoalan lama yang belum terselesaikan.
“Di tengah-tengah khotbah salat Idulfitri tiba-tiba dihebohkan dengan suara berantem, diduga karena masalah masa lalu,” tulisnya dalam keterangan unggahan.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi dari pihak berwenang terkait penyebab pasti pertikaian maupun identitas para pihak yang terlibat dalam insiden tersebut.
Kejadian ini menuai beragam reaksi dari masyarakat. Banyak warganet yang menyayangkan peristiwa tersebut karena terjadi di tempat ibadah dan pada momentum yang seharusnya menjadi ajang saling memaafkan.
Sebagaimana diketahui, Idul Fitri merupakan momen penting bagi umat Muslim untuk kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, dan menghapus kesalahan di masa lalu. Namun, kejadian ini justru dinilai mencoreng nilai-nilai tersebut.
Sejumlah komentar di media sosial bahkan menyebut insiden ini sebagai ironi di hari kemenangan.
“Harusnya saling maaf-maafan, ini malah tambah masalah,” tulis salah satu pengguna.
Tak sedikit pula yang menyoroti pentingnya pengendalian emosi, terutama di ruang publik dan dalam suasana ibadah. Menurut mereka, konflik pribadi seharusnya tidak dibawa ke dalam lingkungan yang sakral seperti pelaksanaan Salat Id.
Selain itu, kejadian ini juga menjadi pengingat bagi panitia dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta pengamanan, terutama dalam kegiatan yang melibatkan banyak orang.
Peran jemaah di sekitar lokasi yang berusaha melerai patut diapresiasi, meskipun situasi sempat sulit dikendalikan. Hal ini menunjukkan adanya kepedulian sosial untuk menjaga ketertiban bersama.
Hingga berita ini diturunkan, belum diketahui apakah insiden tersebut telah ditangani oleh aparat setempat atau berujung pada proses hukum.
Peristiwa ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak bahwa menjaga sikap, emosi, dan adab adalah hal yang sangat penting, terlebih dalam momentum keagamaan.
Masyarakat diimbau untuk menyelesaikan setiap persoalan dengan cara yang bijak dan tidak melibatkan kekerasan, apalagi di tempat umum yang dapat mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain.
Dengan viralnya kejadian ini, publik kembali diingatkan bahwa esensi Idul Fitri bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri, menahan amarah, dan mempererat persaudaraan.
G7/KMP










