Jelang Pertengahan Ramadan, 19.600 Tabung LPG Digelontorkan ke Jepara, Operasi Pasar Digelar di 15 Kecamatan

Foto, Jelang Pertengahan Ramadan, 19.600 Tabung LPG Digelontorkan ke Jepara, Operasi Pasar Digelar di 15 Kecamatan

Global7.id – Jepara, 

Menjelang pertengahan Ramadan, pasokan elpiji di Kabupaten Jepara diperkuat. Sebanyak 19.600 tabung LPG tambahan digelontorkan untuk memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi di tengah lonjakan konsumsi rumah tangga.

 

Tambahan pasokan tersebut disalurkan dalam dua tahap pada awal Maret. Pelaksana tugas (Plt) Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Jepara, Mukti Nurwijayanti, menyampaikan bahwa distribusi kuota fakultatif atau tambahan dilakukan pada 2 dan 3 Maret 2026.

 

“Pada pekan ini penyaluran kuota fakultatif LPG/tambahan, 2 Maret sebanyak 7.280 tabung dan 3 Maret sebanyak 12.320 tabung,” ujarnya, Senin (2/3/2026).

 

Total 19.600 tabung tersebut sudah termasuk penyaluran melalui skema operasi pasar yang digelar untuk meredam potensi kelangkaan serta menjaga stabilitas harga di tingkat konsumen.

 

Operasi Pasar di 15 Titik

Selain distribusi tambahan ke jaringan pangkalan resmi, operasi pasar LPG dilaksanakan pada 3 dan 4 Maret 2026. Kegiatan ini menyasar 15 titik yang tersebar di 15 kecamatan se-Kabupaten Jepara.

 

Di setiap titik, disediakan 250 tabung LPG untuk masyarakat. Dengan demikian, ribuan tabung dialokasikan khusus melalui operasi pasar guna memastikan warga bisa memperoleh LPG bersubsidi sesuai harga yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Langkah ini dinilai strategis mengingat konsumsi LPG, khususnya tabung 3 kilogram, cenderung meningkat selama Ramadan. Kebutuhan rumah tangga melonjak seiring aktivitas memasak untuk sahur dan berbuka puasa. Tak hanya itu, pelaku usaha mikro seperti pedagang takjil dan warung makan juga ikut mendongkrak permintaan.

Bacaan Lainnya

 

“Harapannya distribusi tambahan dan operasi pasar dapat menjaga stabilitas pasokan di tingkat konsumen,” kata Mukti.

 

Antisipasi Lonjakan Permintaan

Ramadan setiap tahun menjadi periode rawan lonjakan permintaan bahan pokok dan energi rumah tangga. LPG 3 kilogram yang merupakan barang bersubsidi menjadi salah satu komoditas paling dicari.

 

Pemerintah daerah bersama pihak terkait bergerak cepat untuk mengantisipasi potensi antrean panjang maupun gejolak harga. Tambahan kuota fakultatif diberikan sebagai respons atas dinamika kebutuhan di lapangan.

 

Skema fakultatif sendiri merupakan mekanisme penambahan pasokan di luar kuota reguler bulanan. Kebijakan ini biasanya ditempuh ketika terjadi peningkatan konsumsi signifikan, seperti saat Ramadan, Idulfitri, atau momentum hari besar lainnya.

 

Dengan adanya tambahan 19.600 tabung, diharapkan distribusi tetap merata hingga ke tingkat pangkalan, sehingga masyarakat tidak perlu melakukan pembelian berlebihan (panic buying) yang justru dapat memicu kelangkaan semu.

 

Baca Juga: Setahun Kepemimpinan Bupati Jepara Witiarso dan Wakil Bupati Ibnu, 421 Km Jalan Dimuluskan! Anggaran 2026 Tembus Rp197 Miliar

 

Jaga Stabilitas Harga

Selain memastikan ketersediaan, operasi pasar juga bertujuan menjaga harga tetap sesuai ketentuan. Pemerintah mengimbau masyarakat membeli LPG di pangkalan resmi agar memperoleh harga eceran tertinggi (HET) yang telah ditetapkan.

 

Lonjakan permintaan sering kali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menaikkan harga di atas HET. Karena itu, pengawasan distribusi dan penjualan menjadi bagian penting dalam upaya stabilisasi.

 

Pemkab Jepara menegaskan komitmennya untuk terus memantau perkembangan di lapangan, terutama menjelang pertengahan hingga akhir Ramadan yang biasanya ditandai peningkatan aktivitas ekonomi masyarakat.

 

Imbauan untuk Masyarakat

Pemerintah daerah juga mengingatkan warga agar membeli LPG sesuai kebutuhan dan tidak melakukan penimbunan. Distribusi tambahan sudah disiapkan untuk mengakomodasi peningkatan konsumsi selama bulan puasa.

 

Dengan sinergi antara pemerintah, agen, pangkalan, dan masyarakat, diharapkan pasokan LPG di Jepara tetap aman dan terkendali hingga menjelang Hari Raya Idulfitri.

 

Tambahan 19.600 tabung ini menjadi bukti langkah antisipatif pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas energi rumah tangga di tengah momen penting umat Muslim. Ramadan diharapkan dapat dijalani dengan tenang tanpa kekhawatiran akan kelangkaan LPG.

 

G7/DKINF

Pos terkait