Hilal Diprediksi Tak Terlihat dari Jepara, Awal Ramadan 2026 Bisa Jatuh di Tanggal Ini

Foto, Hilal Diprediksi Tak Terlihat dari Jepara, Awal Ramadan 2026 Bisa Jatuh di Tanggal Ini

Global7.id – Jepara, 

Penantian umat Islam terhadap kepastian awal Ramadan 1447 H semakin dekat. Namun, hasil perhitungan para ahli falak justru memunculkan prediksi yang mengejutkan: hilal diperkirakan tidak akan terlihat saat rukyatul hilal digelar di Jepara.

 

Kabar ini langsung menyita perhatian, terutama karena Jepara menjadi salah satu titik resmi pemantauan hilal yang ditetapkan pemerintah. Banyak masyarakat kini bertanya-tanya, apakah puasa akan dimulai lebih lambat dari yang diperkirakan?

 

Pantai Kartini Kembali Jadi Titik Penentuan

Rukyatul hilal dijadwalkan berlangsung pada Selasa sore, 17 Februari 2026, di kawasan Pantai Kartini Jepara. Lokasi ini dikenal memiliki cakrawala luas sehingga kerap dijadikan tempat pengamatan bulan sabit muda.

 

Berbagai praktisi ilmu falak, perwakilan lembaga keagamaan, hingga akademisi dijadwalkan ikut serta dalam proses pengamatan tersebut.

 

Meski begitu, sejumlah ahli sudah memberikan sinyal kuat bahwa peluang melihat hilal sangat kecil, bahkan nyaris mustahil.

 

Kenapa Hilal Diprediksi Mustahil Terlihat?

Menurut perhitungan astronomi, posisi hilal saat matahari terbenam berada di bawah ufuk. Artinya, bulan sabit muda sudah lebih dulu tenggelam sebelum matahari hilang dari pandangan.

 

Bacaan Lainnya

Secara ilmiah, kondisi ini membuat hilal tidak memenuhi standar visibilitas yang disyaratkan. Tinggi hilal diperkirakan berada pada kisaran minus derajat, jauh dari batas minimum agar bisa disebut sebagai tanda masuknya bulan baru.

 

Dalam ilmu falak, apabila hilal berada di bawah horizon, maka awal bulan Hijriah belum dapat ditetapkan berdasarkan rukyat.

 

Jika Benar Tak Terlihat, Kapan Awal Puasa?

Bila prediksi tersebut sesuai hasil pengamatan, maka bulan Syakban akan digenapkan menjadi 30 hari. Konsekuensinya, awal Ramadan 1447 H diperkirakan jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026.

 

Meski demikian, keputusan final tetap menunggu sidang isbat pemerintah yang menggabungkan data perhitungan astronomi dan laporan pengamatan langsung dari berbagai daerah di Indonesia.

 

Karena itulah, masyarakat diminta bersabar menunggu pengumuman resmi.

 

Mengapa Rukyat Tetap Dilakukan?

Walau peluang melihat hilal dinilai kecil, proses rukyatul hilal tetap harus dilaksanakan. Selain menjadi bagian dari metode penentuan kalender Hijriah, kegiatan ini juga bertujuan memastikan kesesuaian antara teori astronomi dan pengamatan lapangan.

 

Proses ini setiap tahunnya selalu menarik perhatian publik karena menjadi momen penting yang mengawali bulan suci Ramadan.

 

Antusiasme Warga Menjelang Bulan Suci

Di berbagai daerah, suasana menyambut Ramadan mulai terasa. Pedagang takjil bersiap, masjid mempercantik area ibadah, dan masyarakat mulai menyiapkan kebutuhan puasa.

 

Kepastian tanggal awal Ramadan menjadi hal yang dinantikan karena berkaitan dengan aktivitas keluarga, ekonomi, hingga agenda keagamaan selama satu bulan penuh.

 

Menunggu Keputusan Resmi

Meski prediksi ilmiah sudah mengarah pada satu kemungkinan, hasil akhir tetap ditentukan pemerintah melalui sidang isbat nasional.

 

Apapun keputusan nanti, masyarakat diimbau untuk tetap menjaga kebersamaan dan menyambut Ramadan dengan persiapan spiritual terbaik.

Situs Utama: https://mui.or.id/

 

G7/GLN

 

Pos terkait