Tragis! Minibus Tertemper KA Harina di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Demak, Sopir Tewas Seketika

Foto, Tragis! Minibus Tertemper KA Harina di Perlintasan Tanpa Palang Pintu Demak, Sopir Tewas Seketika

Global7.id – Demak, 

Peristiwa minibus tertemper kereta api terjadi di perlintasan tanpa palang pintu Desa Brumbung, Kecamatan Mranggen, Kabupaten Demak, Minggu (15/2/2026), menyebabkan sopir tewas di lokasi. Sebuah minibus jenis Grandmax mengalami kecelakaan fatal setelah tertemper kereta api di jalur perlintasan tanpa palang pintu. Insiden tragis ini mengakibatkan satu orang meninggal dunia di lokasi kejadian dan satu penumpang lainnya mengalami luka berat.

 

Peristiwa memilukan tersebut melibatkan minibus Grandmax bernopol H 1051 VA dengan KA Harina jurusan Surabaya–Bandung yang tengah melintas dengan kecepatan tinggi. Benturan keras tak terhindarkan saat kendaraan tersebut mencoba melintasi rel kereta, meski warga sekitar telah berteriak memperingatkan sang sopir.

 

Menurut keterangan salah satu saksi mata, Fauzan (40), suasana sebelum tabrakan berlangsung sangat menegangkan. Ia mengaku bersama beberapa warga sempat berteriak memberi tanda agar mobil berhenti karena kereta sudah terlihat mendekat. Namun, diduga sopir tidak sempat menghentikan laju kendaraan.

 

“Sudah diteriaki untuk tidak jalan. Tapi mobil sudah masuk ke rel. Kenceng, terpental,” ujar Fauzan saat ditemui di lokasi kejadian.

 

Benturan keras antara minibus dan lokomotif membuat kendaraan tersebut terpental dan mengalami kerusakan parah. Bagian depan hingga sisi samping mobil ringsek tak berbentuk, menandakan kuatnya hantaman yang terjadi. Warga yang berada di sekitar lokasi langsung berupaya memberikan pertolongan sebelum petugas datang.

 

Korban meninggal diketahui bernama Sarmidi, warga Sawah Besar, Semarang, yang merupakan pengemudi kendaraan. Ia dinyatakan tewas di tempat akibat luka berat yang dialami. Sementara penumpang lainnya, Bowo Setiawan, mengalami luka serius dan segera dilarikan ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

 

Kejadian ini sontak mengundang perhatian masyarakat sekitar. Banyak warga berkumpul di lokasi, sebagian terlihat shock menyaksikan kondisi kendaraan yang hancur. Beberapa di antaranya bahkan mengaku sudah lama khawatir terhadap perlintasan tanpa palang pintu tersebut yang dinilai rawan kecelakaan.

 

Bacaan Lainnya

Petugas dari Polsek Mranggen, Koramil Mranggen, dan Polres Demak segera turun ke lokasi untuk melakukan proses evakuasi dan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selain mengamankan area, petugas juga memintai keterangan sejumlah saksi guna memastikan kronologi detail sebelum kecelakaan terjadi.

 

Hingga berita ini ditulis, proses evakuasi badan minibus yang ringsek masih berlangsung. Petugas menggunakan peralatan khusus untuk mengevakuasi kendaraan dari sekitar rel agar jalur kereta api tetap aman dilalui. Arus perjalanan kereta sempat mengalami perlambatan sementara selama proses penanganan berlangsung.

 

Perlintasan tanpa palang pintu memang menjadi salah satu titik rawan kecelakaan di sejumlah wilayah, termasuk di Kabupaten Demak. Minimnya fasilitas pengamanan serta tingginya mobilitas kendaraan sering kali menjadi faktor penyebab terjadinya tabrakan antara kendaraan dan kereta api. Warga setempat berharap adanya perhatian serius dari pihak terkait agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

 

“Kalau ada palang atau penjaga mungkin bisa dicegah. Ini sering bikin khawatir,” ungkap seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

 

Kecelakaan ini menjadi pengingat penting bagi pengguna jalan untuk selalu meningkatkan kewaspadaan saat melintasi rel kereta api, terutama di jalur tanpa pengamanan otomatis. Kereta api yang melaju dengan kecepatan tinggi membutuhkan jarak panjang untuk berhenti, sehingga kendaraan yang nekat menerobos rel berisiko tinggi mengalami kecelakaan fatal.

 

Selain itu, masyarakat juga diimbau untuk selalu mematuhi rambu perlintasan, berhenti sejenak sebelum menyeberang, serta memastikan tidak ada kereta yang melintas dari dua arah. Kesadaran dan kehati-hatian menjadi faktor utama dalam mencegah tragedi serupa.

 

Insiden di Desa Brumbung ini menambah daftar panjang kecelakaan di perlintasan kereta api yang masih minim pengamanan. Banyak pihak menilai perlunya evaluasi menyeluruh terhadap titik-titik rawan agar keselamatan pengguna jalan lebih terjamin.

 

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan lebih lanjut terkait penyebab pasti kecelakaan. Dugaan sementara mengarah pada kelalaian saat melintas, namun hasil resmi masih menunggu investigasi selesai.

 

Peristiwa nahas ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban sekaligus menjadi pelajaran pahit bagi masyarakat luas. Keselamatan di jalan bukan hanya soal kecepatan, tetapi juga tentang keputusan tepat dalam setiap detik, terutama ketika berhadapan dengan jalur kereta api.

 

Tragedi yang terjadi pada Minggu pagi itu menjadi alarm keras bahwa perlintasan tanpa palang pintu masih menyimpan risiko besar. Warga berharap langkah konkret segera diambil agar tidak ada lagi nyawa melayang hanya karena kelengahan dan minimnya fasilitas keselamatan di jalur perlintasan kereta api.

 

G7/UCP

Pos terkait