MBG Lasem Disorot! Sumur Warga Keruh & Berbau 6 Bulan, Diduga Tercemar Limbah Dapur Ponpes

Foto, MBG Lasem Disorot! Sumur Warga Keruh & Berbau 6 Bulan, Diduga Tercemar Limbah Dapur Ponpes

Global7.id – Rembang, 

MBG Lasem Disorot setelah sumur milik Musyarofah (50), warga Desa Sumbergirang RT 01 RW 02 Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, diduga tercemar limbah buangan dapur MBG SPPG milik Ponpes Roudlotut Tholabah. Akibatnya, sumur yang menjadi satu-satunya sumber air keluarga tersebut tidak bisa dimanfaatkan selama kurang lebih enam bulan terakhir.

 

Ia menduga air sumurnya tercemar limbah yang berasal dari buangan dapur Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) milik Pondok Pesantren “Roudlotut Tholabah” Lasem.

 

Kekecewaan itu disampaikan Musyarofah kepada Tim Satgas Pemantau MBG dari Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) DPK Rembang yang dikoordinir Sukir.

 

“Ketika saya melakukan investigasi di lapangan bersama tim memang benar bahwa limbah yang diduga berasal dari dapur MBG SPPG milik Yayasan Pondok Pesantren Roudlotut Tholabah mencemari sumur Bu Musyarofah sehingga airnya sampai dengan tim melakukan investigasi belum bisa dimanfaatkan,” jelas Sukir kepada wartawan, Senin (26/1/26).

 

Menurutnya, saat melakukan investigasi pada Sabtu (22/1), pihaknya prihatin karena sumur tersebut menjadi satu-satunya sumber air bagi keluarga Musyarofah. Meski dari pihak SPPG sudah memasok air “pengganti,” namun kondisi air yang diterima belum sepenuhnya layak.

 

Dalam pengakuannya, Musyarofah menyebut air pengganti yang diambil dari sumur milik SPPG juga berbau sehingga sementara hanya dipakai untuk mencuci. Sementara kebutuhan air minum dipasok dari dapur SPPG, namun jumlahnya dinilai tidak mencukupi.

 

“Bu Musyarofah tetap meminta agar sumur miliknya bersih dari limbah dan bisa dimanfaatkan seperti semula,” tambah Sukir.

 

Bacaan Lainnya

Sudah Lapor Desa hingga Dinas Kesehatan, Belum Ada Tindak Lanjut

Informasi yang dihimpun, pihak desa disebut sudah dilapori terkait keluhan tersebut, namun belum ada tanggapan. Karena tidak ada perkembangan, Musyarofah akhirnya melapor ke Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang.

 

Pihak DKK disebut sudah turun melakukan peninjauan ke lokasi, namun hingga berita ini diturunkan belum ada tindak lanjut penanganan limbah. Bahkan kondisi sumur disebut semakin parah.

 

“Saya merasa kecewa banget meski sudah diberi air dari sumur SPPG namun airnya masih berbau dan pihak DKK sudah datang meninjau lokasi tetapi kenyataanya sampai sekarang tidak ada upaya untuk membersihkan limbah sehingga sumur saya masih tetap keruh dan berbau,” ungkap Musyarofah sambil menangis kepada Tim Investigasi GNPK.

 

Pihak Dapur MBG: Limbah Sudah Ditangani, Disedot Tangki

Sementara itu, Srigati selaku penanggung jawab Dapur MBG menjelaskan kepada Tim Investigasi GNPK bahwa pihaknya sudah memasok air pengganti untuk memenuhi kebutuhan keluarga Musyarofah.

 

Ia juga menyebut pengelolaan limbah sudah dibuatkan bak buangan, kemudian limbah disedot menggunakan mobil tangki yang disediakan dari dapur MBG dan dibuang di lokasi lain yang jauh dari pemukiman.

 

Warga Minta Sumur Dipulihkan dan Limbah Dibersihkan

Meski begitu, Musyarofah dan keluarganya mengaku tetap kecewa karena selain sumur tercemar, mereka merasa tidak mendapatkan kompensasi apapun. Mereka mendesak agar tempat buangan limbah dibersihkan dan kondisi sumur dikembalikan seperti semula.

 

Musyarofah menegaskan air bersih merupakan kebutuhan utama, terutama bagi keluarga yang tergolong lemah secara ekonomi, sehingga tidak mungkin terus-menerus membeli air.

 

“Saya kesulitan air hari Senin sampai hari Jumat dan tampungan air dari dapur MBG bisa free hari Sabtu dan Minggu. Hari Senin sampai Jumat airnya dipasok namun tidak memadai dan bisa leluasa ketika hari libur,” ucapnya.

 

Hingga saat ini, warga berharap ada langkah cepat dari pihak terkait agar persoalan limbah dapur MBG tidak terus berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat sekitar.

Laporan pengaduan mengenai program Makan Bergizi Gratis (MBG) Badan Gizi Nasional (BGN) dapat disampaikan secara online melalui situs resmi bgn.lapor.go.id.

 

G7/BBKR

Pos terkait