Ridwan Petinggi Guyangan Jepara Soroti Kasus Kematian Ary Saputra Usai Nonton Orkes, Singgung Miras hingga Evaluasi Izin Hiburan

Foto, Petinggi Desa Guyangan, Ridwan, saat ditemui di ruang kerjanya untuk memberikan keterangan terkait kasus kematian Ary Saputra usai nonton orkes dangdut di Bangsri, Jepara.

Global7.id – Jepara, 

Ridwan Petinggi Guyangan menyoroti kasus kematian meninggalnya Ary Saputra, warga Desa Tulakan, Kecamatan Donorojo, usai menghadiri hiburan orkes dangdut di Desa Guyangan, Kecamatan Bangsri, Jepara, menjadi perhatian publik dan memicu banyak pertanyaan di masyarakat.

 

Ary diketahui sempat menonton orkes dangdut pada Sabtu malam (24/1/2026). Setelah peristiwa tersebut, korban dilaporkan sempat mendapatkan penanganan medis sebelum akhirnya dinyatakan meninggal dunia pada Minggu pagi (25/1/2026).

 

Menanggapi kejadian tersebut, Petinggi Desa Guyangan, Ridwan, turut memberikan keterangan sekaligus menyoroti situasi keamanan di wilayahnya, termasuk langkah pencegahan agar kejadian serupa tak kembali terulang.

 

Ridwan menyebut, berdasarkan informasi yang ia terima, Ary diketahui bekerja sebagai operator sound system dalam kesehariannya.

 

“Memang profesinya kesehariannya dadi operator sound,” kata Ridwan saat diwawancarai Global7.id, Senin (26/1/2026).

 

Ridwan: Korban Sempat Masuk Rumah Sakit, Identitas Terduga Pelaku Belum Jelas

Ridwan mengaku menerima informasi bahwa insiden yang dialami korban terjadi di luar lokasi acara hiburan. Namun, ia menegaskan pihak desa tidak mengetahui secara pasti detail kejadian, termasuk apakah korban sempat dicegat atau dikejar oleh pihak tertentu.

 

“Dicegat utawa dikejar, ora ngerti. Intinya informasinya korban diduga dianiaya sampai masuk rumah sakit,” ujarnya.

Bacaan Lainnya

 

Ridwan menambahkan, korban sempat mendapatkan penanganan, tetapi kondisinya terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

 

“Jam 7 meninggal dunia,” ungkapnya.

 

Ia juga mengakui hingga kini masih belum ada kejelasan siapa pihak yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut. Ridwan menegaskan, di sekitar lokasi yang disebut-sebut sebagai titik kejadian, tidak ada CCTV yang bisa dijadikan petunjuk.

 

“Sing sopo sing nganiaya kurang jelas. CCTV ora ana,” tegas Ridwan.

 

Pemdes Guyangan Akan Evaluasi Izin dan Pengamanan Hiburan

Ridwan menilai peristiwa ini harus menjadi peringatan serius bagi semua pihak. Ia menyebut pemerintah desa akan melakukan evaluasi agar penyelenggaraan kegiatan hiburan di wilayahnya ke depan lebih aman dan tertib.

 

Saat ditanya Global7.id apakah pemerintah desa akan mengevaluasi perizinan dan pengamanan acara hiburan, Ridwan menegaskan langkah itu akan dilakukan.

 

“Sudah. Dengan kejadian ini, sebagai pembelajaran untuk lebih waspada,” katanya.

 

Ridwan Soroti Miras: “Bisa Hilang Akal dan Emosi Tersulut”

Dalam keterangannya, Ridwan juga menyoroti faktor minuman keras (miras) yang bisa didapatkan dengan mudah pas ada acara hiburan, yang menurutnya kerap memicu persoalan dan membuat seseorang kehilangan kendali.

 

“Nek iso, pemicunya dimungkinkan itu minuman, melakukan miras. Karena itu marai hilang akal dan mudah emosi tersulut. Nek bisa, itu dikurangi,” ujarnya.

 

Ia berharap masyarakat bisa lebih menahan diri, terutama saat menghadiri kegiatan hiburan malam, agar lingkungan tetap kondusif dan tidak terjadi hal-hal yang merugikan.

 

Pesan Ridwan: Jangan Mudah Terpancing, Hindari Kekerasan

Di akhir pernyataannya, Ridwan menyampaikan pesan tegas agar kejadian ini benar-benar menjadi pelajaran bersama. Ia mengingatkan bahwa setiap kegiatan hiburan seharusnya membawa manfaat, bukan memantik konflik atau tindakan kekerasan.

 

“Dan di akhir saya ingin menegaskan, dasar kita ini sudah jelas: apa pun latar belakang kita baik Muslim maupun bukan, kita seharusnya melakukan hal-hal yang bermanfaat. Setiap tindakan pasti ada konsekuensinya. Jangan pernah sekali-kali menganiaya atau menyakiti orang lain. Suatu saat semuanya akan kembali. Kalau bukan ke diri kita, bisa ke keluarga, bahkan anak keturunan kita,” tegas Ridwan.

 

Hingga berita ini diterbitkan, peristiwa tersebut masih menjadi perhatian masyarakat. Global7.id akan terus memantau dan menghadirkan perkembangan terbaru sesuai data dan keterangan yang valid.

 

G7/UCP

Pos terkait