Modifikasi Cuaca BNPB di Muria hingga Jepara, Cuaca Ekstrem Picu Banjir Meluas

Foto, modifikasi-cuaca-bnpb-muria-jepara.jpg

Global7.id – Jepara, 

Modifikasi cuaca BNPB di Muria hingga Jepara resmi digelar sebagai langkah darurat untuk mengendalikan curah hujan ekstrem yang memicu banjir dan longsor di wilayah Pantura Jawa Tengah.

 

Pemerintah pusat dan daerah mengintensifkan langkah darurat menghadapi cuaca ekstrem di Jawa Tengah. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama BPBD Jawa Tengah resmi melaksanakan operasi modifikasi cuaca (OMC) pada Kamis (15/1/2026), dengan fokus utama wilayah Pegunungan Muria serta kabupaten Kudus, Pati, dan Jepara.

 

Operasi ini dilakukan menggunakan pesawat Cessna C208 berregistrasi PK-SNP yang lepas landas dari Bandara Jenderal Ahmad Yani sekitar pukul 06.16 WIB dan kembali mendarat dua jam kemudian. Pesawat tersebut diawaki Kapten Imam dan First Officer William, didukung dua flight scientist serta dua personel penabur bahan semai.

 

Fokus Awan Hujan Muria

Kepala BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi, menjelaskan rekayasa cuaca diarahkan pada awan-awan hujan yang berpotensi bergerak menuju kawasan Muria. Langkah ini diambil untuk mengendalikan intensitas hujan agar tidak memperparah banjir dan longsor yang sudah terjadi dalam beberapa hari terakhir.

 

“Fokusnya awan di Muria atau awan yang akan masuk ke wilayah Muria,” ujarnya.

 

Digelar Selama Lima Hari

Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Jawa Tengah, Muhamad Chomsul, menyebut OMC direncanakan berlangsung hingga lima hari ke depan. Upaya ini diharapkan mampu menurunkan curah hujan ekstrem dan meminimalkan potensi bencana lanjutan di wilayah rawan.

 

Bacaan Lainnya

Banjir Meluas, Puluhan Ribu Warga Terdampak

Bencana banjir dan longsor di Kudus, Pati, dan Jepara telah menelan korban jiwa serta memaksa puluhan ribu warga mengungsi. Di Kabupaten Kudus, 25 desa di enam kecamatan terdampak banjir akibat hujan berintensitas tinggi sejak awal pekan.

 

Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Djatmiko, mengungkapkan desa terdampak tersebar di Kecamatan Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, Undaan, Bae, dan Jati. Kecamatan Mejobo menjadi wilayah terparah dengan 10 desa terdampak.

 

Selain merendam permukiman, banjir juga mengganggu infrastruktur vital, termasuk Jalan Lingkar Kudus–Pati. Total warga terdampak di Kudus mencapai 15.237 kepala keluarga atau sekitar 48.193 jiwa, dengan jumlah pengungsi terus bertambah seiring meluasnya genangan.

 

Evakuasi Kelompok Rentan Diprioritaskan

Saat ini, BPBD Jawa Tengah memusatkan penanganan darurat pada evakuasi kelompok rentan dan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak. Operasi modifikasi cuaca diharapkan menjadi langkah strategis untuk menekan risiko bencana susulan di tengah ancaman cuaca ekstrem yang masih berlanjut.

 

G7/TEAM

Pos terkait