Global7.id – Jepara,
Pohon keramat Punden Daruni tumbang, musibah tumbangnya pohon raksasa berusia ratusan tahun di kawasan Punden Daruni, Desa Mambak, Kecamatan Pakis Aji, pada Rabu Legi, 14 Januari 2026, disikapi dengan cepat dan penuh tanggung jawab oleh jajaran pemerintah desa. Petinggi Desa Mambak, Hari Prayitno, langsung turun ke lokasi untuk meninjau kondisi sekaligus memimpin kerja bakti bersama masyarakat.
Pohon berdiameter lebih dari 300 sentimeter itu tumbang akibat terpaan angin kencang dan hujan deras. Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian tersebut sempat mengganggu akses jalan dan menimbulkan kekhawatiran warga, mengingat lokasi tersebut merupakan kawasan sakral yang dihormati masyarakat setempat.
Mengetahui kejadian tersebut, Hari Prayitno bergerak cepat. Tanpa menunggu lama, ia hadir di lokasi bersama perangkat desa, tokoh masyarakat, dan warga sekitar. Dengan penuh kehati-hatian dan rasa hormat terhadap nilai adat, kerja bakti dilakukan untuk membersihkan batang dan ranting pohon tumbang.
Kejadian ini adalah musibah alam. Yang terpenting, kita semua selamat dan bisa segera bergotong royong membersihkan lokasi.
Punden Daruni tetap harus kita jaga dan hormati sebagai warisan leluhur,” ujar Hari Prayitno di sela kegiatan.
Punden Daruni sendiri dikenal sebagai punden cikal bakal Desa Mambak, tempat yang selama ini digunakan warga untuk syukuran dan doa bersama setiap Senin Pahing bulan Jawa apit. Selain bernilai historis dan spiritual, kawasan ini juga menjadi simbol persatuan warga.
Kerja bakti berlangsung penuh kekompakan. Warga dari berbagai usia bahu-membahu memotong dahan, membersihkan jalan, dan menata kembali area punden agar tetap aman dan layak. Semangat gotong royong tersebut mencerminkan kuatnya nilai kebersamaan yang masih terjaga di Desa Mambak.
Langkah cepat petinggi desa ini mendapat apresiasi dari masyarakat. Warga menilai kehadiran langsung pimpinan desa di tengah situasi darurat memberikan rasa aman sekaligus semangat kebersamaan.
Peristiwa tumbangnya pohon Daruni tidak hanya menjadi pengingat akan kekuatan alam, tetapi juga menunjukkan ketangguhan sosial masyarakat Desa Mambak, di mana pemerintah desa dan warga bersatu, bergerak cepat, dan tetap menjunjung tinggi nilai adat serta kearifan lokal.
Pohon boleh tumbang, namun semangat kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur tetap berdiri kokoh di Desa Mambak.
G7/AR










