Global7.id – Lampung Utara,
Menu MBG busuk di Lampung picu amarah seorang kepala sekolah di Kabupaten Lampung Utara pecah dan terekam kamera. Insiden itu terjadi di SDN 03 Sindang Sari, Kecamatan Abung Tengah, pada Senin, 13 Januari 2026, saat pihak sekolah menerima menu Makan Bergizi Gratis (MBG) dalam kondisi tidak layak konsumsi.
Dalam video yang beredar luas di media sosial sejak Selasa (14/1/2026), tampak Kepala Sekolah SDN 03 Sindang Sari meluapkan kemarahan di hadapan tumpukan nampan stainless steel berisi makanan MBG. Kekecewaan memuncak setelah ia mendapati tempe dan buah anggur dalam kondisi busuk, lembek, serta berair.
Dengan nada tinggi, sang kepala sekolah langsung menegur pihak vendor katering yang bertanggung jawab atas penyediaan makanan tersebut.
“Apa anggapan kamu orang ngasih tempe busuk? Ngasih anggur busuk?”
ujarnya sambil membelah buah anggur yang tampak rusak di atas nampan.
Tak berhenti di situ, ia menegaskan bahwa makanan tersebut diperuntukkan bagi anak-anak sekolah, bukan untuk diuji coba kualitasnya.
“Ini bukan binatang, ini anak sekolah! Kalau murid kami keracunan, apa kamu mau tanggung jawab?” tegasnya dengan suara bergetar menahan emosi.
Masalah Lama yang Berulang
Kemarahan tersebut bukan tanpa sebab. Kepala sekolah mengungkapkan bahwa persoalan dengan dapur penyedia MBG sudah berlangsung cukup lama. Bahkan, menurut pengakuannya, pihak vendor sempat tidak beroperasi selama tiga minggu, tanpa kejelasan maupun kompensasi kepada sekolah.
“Saya sudah cukup sabar sama kamu orang ya. Tiga minggu tidak operasional, kompensasi tidak ada, tanggapan juga tidak ada,” keluhnya.
Ia menilai pengelolaan program MBG di sekolahnya dilakukan secara tidak profesional, padahal program tersebut merupakan kebijakan nasional yang bersumber dari anggaran negara.
Singgung Program Presiden
Dalam luapan emosinya, sang kepala sekolah juga menyinggung bahwa dana MBG merupakan amanat langsung dari Presiden Prabowo Subianto, sehingga tidak boleh dikelola secara asal-asalan.
“Dana anggaran ini dari pemerintah, dari Bapak Presiden Prabowo. Jangan dikira saya tidak bisa nyampai sama beliau,” katanya tegas.
Ia bahkan menyebut kejadian buah dan jeruk busuk bukan pertama kali terjadi, melainkan sudah berulang.
Ultimatum Keras untuk Vendor
Sebagai penutup, kepala sekolah memberikan ultimatum keras kepada pihak penyedia MBG. Ia meminta pemilik dapur segera turun tangan dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pekerja serta kualitas bahan makanan.
“Cari pekerja yang profesional. Kalau memang enggak bisa bekerja, ganti! Jangan masukin barang busuk kayak gini. Ini bukan makanan manusia,” ujarnya sambil membanting pelan nampan berisi buah busuk.
Alarm Pengawasan Program MBG
Peristiwa di SDN 03 Sindang Sari ini menjadi peringatan serius bagi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis di daerah. Di tengah upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas gizi anak, pengawasan ketat terhadap vendor menjadi mutlak agar program mulia ini tidak justru membahayakan kesehatan siswa.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak penyedia katering maupun instansi terkait di Lampung Utara mengenai insiden tersebut.
G7/TEAM










