Pengukir Jepara Siap Restorasi Enam Pilar Masjid Istiklal Sarajevo

Foto Sutrisno saat ditemui di tempat produksinya, Jepara Carver, sentra industri ukir Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara.

JEPARA, Global7.id – Keterampilan pengukir Jepara kembali dipercaya untuk mengerjakan restorasi ornamen masjid di luar negeri. Kali ini, tiga pengukir dari Jepara dijadwalkan berangkat ke Sarajevo, Bosnia dan Herzegovina, pada 13 Oktober 2026 untuk menangani sejumlah bagian Masjid Istiklal di kawasan Otoka.

 

Salah satu pekerjaan utama yang akan dilakukan adalah mengganti enam pilar berukir yang mengalami kerusakan. Pilar tersebut tidak diperbaiki dengan cara ditambal karena kondisi kerusakannya dinilai tidak memungkinkan untuk dilakukan perbaikan sebagian.

 

Sutrisno, salah satu pengukir yang akan berangkat ke Sarajevo sekaligus maestro ukir Jepara, mengatakan penggantian secara total diperlukan agar karakter ukiran tetap terjaga.

 

“Kalau pilar itu diganti total. Karena kalau ditambal, nanti karakter ukirannya berbeda,” kata Sutrisno saat ditemui di tempat produksinya, Jepara Carver, sentra industri ukir Desa Senenan, Kecamatan Tahunan, Jepara, Senin (28/9/2026).

 

Selain enam pilar tersebut, tim pengukir Jepara juga mendapat pekerjaan pada bagian tangga dan sejumlah hiasan dinding masjid.

 

Untuk hiasan dinding, satu bagian telah selesai dibuat di Jepara dan dikirim ke Sarajevo. Sementara dua hiasan dinding lainnya akan diperbaiki di lokasi.

 

Dalam pengerjaan enam pilar dan bagian lainnya, tim menggunakan bahan kayu jati. Sejumlah peralatan kerja yang dibutuhkan juga akan dibawa langsung dari Jepara untuk mendukung proses pengerjaan di Sarajevo.

 

Sutrisno mengatakan pekerjaan restorasi tersebut ditargetkan selesai dalam waktu lima hari. Namun, tim telah menyiapkan waktu tambahan dengan kemungkinan bekerja lembur apabila pekerjaan belum dapat diselesaikan sesuai target.

Bacaan Lainnya

 

Dari sisi teknis, Sutrisno menilai tidak ada kendala besar yang diperkirakan menghambat proses pengerjaan. Tantangan yang justru perlu dipersiapkan adalah kondisi cuaca di Sarajevo.

 

“Kalau teknis tidak ada masalah. Kemarin waktu ke sana sampai minus enam derajat, salju,” ujarnya.

 

Selain persiapan teknis, tim juga mempersiapkan kebutuhan administrasi untuk membawa berbagai peralatan kerja dari Jepara ke Sarajevo.

 

Menurut Sutrisno, pengalaman sebelumnya menunjukkan bahwa barang bawaan berupa peralatan kerja perlu melalui pemeriksaan ketika tiba di bandara. Karena itu, pihaknya berharap dokumen pendukung melalui jalur diplomatik dapat membantu kelancaran proses tersebut.

 

Bagi Sutrisno, pekerjaan restorasi Masjid Istiklal Sarajevo juga menjadi kesempatan bagi pengukir Jepara untuk kembali mengerjakan karya ukir di luar negeri.

 

Tim, kata dia, tidak hanya dituntut mengganti bagian yang rusak, tetapi juga harus menjaga bentuk dan karakter ukiran yang sudah ada. Pengerjaan nantinya disesuaikan dengan kondisi bagian-bagian masjid yang mengalami kerusakan.

 

Dengan pengalaman dan keterampilan yang dimiliki, para pengukir Jepara tersebut akan membawa kembali nama Jepara melalui karya ukir dalam proses restorasi Masjid Istiklal di Sarajevo.

 

(Global7.id/DiskominfoJepara)

Pos terkait