Jepara Diguyur Hujan Deras, Dinding Rumah Warga di Pengkol Roboh Akibat Longsor, Warga Panik Tebing Retak dan Terancam Susulan!

Foto, Dinding rumah warga di Pengkol Jepara roboh akibat longsor setelah hujan deras, tebing retak dan warga siaga ancaman susulan

Global7.id – Jepara | Senin 29 Desember 2025

Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Jepara pada Minggu malam (28/12/2025) memicu terjadinya bencana tanah longsor di kawasan padat penduduk. Sebuah rumah milik warga di Kelurahan Pengkol, Kecamatan Jepara, mengalami kerusakan parah setelah bagian dinding belakangnya tiba-tiba roboh akibat pergerakan tanah.

 

Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 23.30 WIB itu sontak membuat warga setempat panik. Suara gemuruh material bangunan yang runtuh terdengar cukup keras dan langsung disusul kepanikan warga yang berusaha menyelamatkan diri serta mengamankan barang-barang berharga.

 

Kronologi Mencekam Saat Dinding Rumah Runtuh

Rumah yang terdampak diketahui milik Ibu Chondhiroh (67). Berdasarkan keterangan warga dan rekaman video sesaat setelah kejadian, dinding bata bagian belakang rumah tiba-tiba ambrol. Longsornya dinding tersebut meninggalkan lubang besar yang menganga langsung ke arah tebing di bawah permukiman.

 

Sebelum kejadian, hujan deras mengguyur wilayah Jepara tanpa henti. Kondisi tanah yang labil membuat pondasi bangunan tidak lagi kuat menahan tekanan. “Tiba-tiba terdengar suara seperti bangunan pecah. Kami langsung lari keluar karena khawatir rumah ikut ambruk,” ujar salah satu warga yang berada di lokasi.

 

Material Menimpa Rumah Tetangga Kerusakan Diperkirakan Besar

Tidak hanya merusak rumah utama, material reruntuhan bangunan juga menimpa rumah warga yang berada tepat di bawah lokasi longsor. Pantauan pada Senin pagi (29/12/2025), puing-puing bata, kayu, dan atap rumah terlihat berserakan menutup sebagian area rumah tetangga.

 

Beruntung, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa. Namun kerugian materiil diperkirakan cukup besar. Struktur utama rumah mengalami kerusakan serius dan membutuhkan penanganan cepat agar tidak semakin parah.

 

Bacaan Lainnya

Sejumlah warga bergotong royong membantu membersihkan puing dan memastikan penghuni rumah dalam keadaan selamat. Banyak warga memilih tetap siaga karena khawatir terjadi pergerakan tanah susulan.

 

Ibu Korban Merupakan Orang Tua Jurnalis Global7

Perlu diketahui, Ibu Chondhiroh juga merupakan ibu kandung dari Anggota PWO Jepara sekaligus Jurnalis Global7.id, Teguh Yulianto. Hal ini membuat perhatian publik dan kalangan pers semakin tertuju pada peristiwa tersebut. Selain sebagai musibah yang menimpa warga, kejadian ini juga menjadi pengingat bahwa bencana dapat terjadi kepada siapa saja tanpa pandang latar belakang.

 

Banyak rekan jurnalis, komunitas pers, serta kerabat turut menyampaikan simpati dan dukungan moral. Doa dan harapan agar kondisi keluarga diberi kekuatan terus mengalir.

 

Retakan Baru Muncul Warga Diminta Ekstra Waspada

Yang lebih mengkhawatirkan, usai kejadian ditemukan retakan baru pada sisa bangunan dan area tanah di sekitar lokasi. Kondisi ini menambah potensi bahaya longsor susulan apabila hujan kembali turun dengan intensitas tinggi.

 

Warga diimbau untuk lebih berhati-hati, terutama mereka yang tinggal di wilayah perbukitan, tebing, dan kawasan miring. Mengingat intensitas hujan di Jepara beberapa hari terakhir cukup tinggi, potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang masih terbuka.

 

Pemerintah desa bersama warga kini tengah berkoordinasi untuk langkah penanganan sementara sambil menunggu tindak lanjut dari instansi terkait. Harapannya, ada tindakan cepat berupa penguatan struktur, pembersihan material longsor, serta asesmen keamanan bangunan.

 

Cuaca Ekstrem Masih Mengintai Jepara

Cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, rutin memeriksa kondisi lingkungan, serta segera melapor jika melihat tanda-tanda pergerakan tanah.

Keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama.

 

G7/UCP

Pos terkait