Global7.id – Jepara,
Seruan keras untuk memperkuat integritas dan memberantas praktik korupsi kembali menggema di Jepara. Kali ini datang dari Ali Achwan, Ketua Gerakan Nasional Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (GNPK) Kabupaten Jepara, yang menegaskan bahwa pejabat publik harus kembali kepada marwahnya sebagai pelayan masyarakat, bukan penguasa anggaran.
Di sela-sela kesibukannya memberi makan kambing kesayangan di kandang, Sabtu (15/11/2025), Ali Achwan menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya etika, moral, dan transparansi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Suasana sederhana itu justru memperkuat kesan bahwa perjuangannya benar-benar berangkat dari hati dan nurani.
“Pejabat harus mampu mengedepankan integritas, profesionalisme, dan akuntabilitas. Pencegahan korupsi bukan hanya soal penegakan hukum, tetapi bagaimana membangun budaya jujur dalam setiap pengelolaan anggaran dan pengambilan keputusan,” tegas Ali.
Ia menegaskan bahwa transparansi adalah kunci utama yang paling mudah dan paling sederhana namun sering diabaikan.
“Pejabat publik harus membuka akses informasi seluas-luasnya kepada masyarakat. Libatkan publik dalam pengawasan. Kalau semuanya terbuka, celah korupsi akan tertutup dengan sendirinya,” lanjutnya.
Sebagai Ketua PWO Jepara, Ali Achwan juga menekankan pentingnya pendidikan antikorupsi yang berkelanjutan. Menurutnya, kesadaran hukum dan moral tidak boleh berhenti di ruang-ruang birokrasi, tetapi harus ditanamkan hingga ke masyarakat luas.
“Budaya antikorupsi harus menjadi norma bersama. Kalau masyarakat sadar, pejabat pun akan berpikir seribu kali untuk menyimpang,” jelasnya.
Dengan tegas, ia mengajak seluruh aparatur pemerintahan, pemangku kebijakan, hingga pejabat teknis agar menjadi teladan, bukan sekadar pengisi jabatan.
“Mari bersama-sama menciptakan pemerintahan Jepara yang bersih, transparan, dan bebas dari praktik korupsi. Ini demi kemajuan rakyat, bangsa, dan negara,” tutup Ali Achwan dengan penuh harapan.
G7/TEAM










