Perahu Pecah Dihantam Ombak di Tubanan Jepara, Tiga Nelayan Nyaris Tewas

Foto, tangkap layar Perahu Pecah Dihantam Ombak di Tubanan Jepara, Tiga Nelayan Nyaris Tewas

Global7.id – Jepara, 

Cuaca ekstrem di perairan utara Jepara kembali memakan korban. Tiga nelayan asal Desa Tubanan, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara, nyaris kehilangan nyawa setelah perahu mereka pecah dihantam ombak besar di Muara Sungai Ngarengan, Rabu pagi (12/11/2025) sekitar pukul 06.30 WIB.

 

Ketiganya adalah Sukardi (62), Rino Andriyanto, dan Riko Adi Prasetyo, warga RT 7 RW 5 Desa Tubanan. Saat kejadian, mereka sedang kembali dari melaut setelah semalaman mencari ikan. Namun, cuaca tiba-tiba berubah ekstrem hujan deras disertai gelombang tinggi datang secara mendadak, membuat perahu mereka oleng dan akhirnya pecah di bagian lambung.

 

Dalam video amatir yang beredar di media sosial, terlihat suasana dramatis saat perahu kecil pecah di tengah derasnya ombak. Para nelayan tampak berusaha menyelamatkan diri dengan mengapung, sementara dua perahu lain bergegas menolong. Momen penyelamatan Sukardi dan rekannya yang berhasil ditarik ke tepian terekam jelas oleh warga yang menyaksikan kejadian tersebut.

 

Plt Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara, Arwin Nor Isdiyanto, membenarkan peristiwa itu. Ia menjelaskan, insiden terjadi saat para nelayan baru saja pulang dari laut dan hendak masuk ke muara.

 

“Saat kembali dari melaut, tiba-tiba hujan deras dan gelombang tinggi di Muara Sungai Ngarengan. Sehingga perahu terbalik dan rusak,” jelas Arwin, Rabu (12/11/2025).

 

Menurutnya, tiga nelayan tersebut beruntung berhasil menyelamatkan diri berkat bantuan cepat nelayan lain yang berada di sekitar lokasi. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian itu, namun kerugian material ditaksir mencapai Rp30 juta, meliputi kerusakan perahu dan alat tangkap.

 

“Beruntung tidak ada korban jiwa. Namun perahu dan alat tangkap mengalami kerusakan cukup berat,” imbuh Arwin.

 

Bacaan Lainnya

BPBD Jepara juga mengingatkan agar nelayan di wilayah pesisir lebih waspada terhadap kondisi cuaca. Saat ini, tinggi gelombang di perairan Jepara dapat mencapai 1,5 hingga 2,5 meter, terutama pada pagi hingga siang hari. Arwin menegaskan pentingnya nelayan mengecek informasi dari BMKG sebelum melaut.

 

“Kami imbau agar nelayan tidak memaksakan diri berlayar bila cuaca tidak mendukung. Keselamatan jauh lebih penting dari hasil tangkapan,” tegasnya.

 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi nelayan Jepara agar tidak meremehkan potensi cuaca ekstrem di masa pancaroba menuju musim hujan.

 

 

G7/TEAM

Pos terkait