Global7.id – Jepara,
Jepara, 29 Juni 2025. Aksi warga Desa Sinanggul, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, yang menyuarakan kekhawatiran mereka terkait kondisi jembatan tua yang rusak membuahkan hasil positif. Pemerintah merespons cepat dengan langkah solutif dan penuh kebijaksanaan.
Petinggi Desa Sinanggul, Sholeh, menjelaskan bahwa jembatan tersebut telah berusia sekitar 40 tahun. Dibangun pada era 1980-an, konstruksinya masih menggunakan material tradisional seperti batu bata merah, tanah liat, batu, dan gamping. “Dengan kondisi itu, memang secara struktur sudah tak layak untuk menahan beban berat,” ujarnya.
Sholeh juga menyampaikan dilema anggaran yang dihadapi pemerintah desa. Dana desa yang tersedia hanya sekitar Rp1,4 miliar per tahun, sedangkan estimasi pembangunan kembali jembatan membutuhkan anggaran sekitar Rp3 miliar. “Kalau seluruh dana desa difokuskan untuk membangun jembatan, butuh waktu dua tahun anggaran dan itu berarti tidak ada pembangunan lain. Ini pasti akan memicu polemik di tengah masyarakat,” tambahnya.
Seorang warga setempat, As (nama disamarkan), mengungkapkan bahwa kerusakan jembatan tidak hanya karena faktor usia, tetapi juga akibat kendaraan berat seperti truk, kontainer, dan bus besar yang sering melintas di atasnya. Hal ini semakin memperparah kondisi jembatan yang sudah rentan.
Menyikapi hal tersebut, Bupati Jepara mengambil langkah cepat dan strategis. Pemkab Jepara menyatakan siap mengalokasikan dana sebesar Rp2,55 miliar untuk pembangunan kembali jembatan Sinanggul. Bantuan ini diharapkan dapat menutup kekurangan anggaran yang tidak mampu ditanggung desa sendirian, ( Halo Jepara. 28/6 )
“Kita tak ingin masyarakat jadi korban karena fasilitas umum yang rusak. Ini tanggung jawab bersama. Pemkab siap membantu dan bekerja sama dengan pemerintah desa agar pembangunan berjalan cepat dan merata,” terang Bupati Jepara dalam keterangan resminya.
Langkah bijak ini menjadi bentuk nyata kolaborasi antara masyarakat, pemerintah desa, dan pemerintah kabupaten. Diharapkan, pembangunan jembatan Sinanggul yang baru akan segera terealisasi dan memberi manfaat luas, terutama dalam menunjang akses ekonomi dan keselamatan warga.
Dengan komitmen bersama dan komunikasi yang terbuka, masalah bisa diselesaikan tanpa saling menyalahkan. Semoga sinergi ini menjadi contoh bagaimana kebijakan publik bisa berpihak pada kebutuhan riil masyarakat dengan tetap menjunjung musyawarah dan kepentingan bersama.
G7/AR










