Cidera di Gunung: Pendaki Asal Jepara Cedera Saat Turun Gunung, Dievakuasi Tim SAR

Foto, pendaki gunung asal Jepara yang di evakuasi tim SAR

Global7.id – Jepara, 

 

 

Sebuah insiden nahas menimpa pendaki gunung asal Jepara, yang mengalami cidera saat turun gunung Senin(23/6).

 

Pendaki perempuan asal Desa Jambu RT 33/RW 7 Kecamatan Mlonggo, Zumna Aufa Arsya Nanda, 19, mengalami cidera saat turun dari Puncak Natas Angin Gunung Muria.

 

Salah satu pendaki, Firza Maulida menyampaikan bahwa mulanya pihaknya berangkat bersama rekan-rekannya dengan rombongan berjumlah lima orang.

 

Selain Firza, mereka ialah warga Desa Srobyong RT 4/RW 2 Kecamatan Mlonggo, Muhammad Rinjadni Raditya Candra.

 

Lalu Warga Desa Srobyong RT 4/RW 5 Kecamatan Mlonggo, Amrizal Pungki Ariesta.

 

Lalu warga Mijen RY 2/RW 2, Demak yang juga merupakan mahasiswa UIBU Malang, Dimas Amril Haqqi Raja Syura. Serta servivor, Zumna Aufa Arsya Nanda.

 

Bacaan Lainnya

Mereka berangkat dari Ngabul pada Minggu (22/6) sekitar pukul 12.30.

Mendaki Gunung Muria dengan tujuan Puncak Natas Angin lewat basecamp via Sewengen Desa Somosari Kecamatan Batealit.

 

Dari Ngabul hingga sampai area basecamp pukul 13.00.Kemudian melakukan trekking santai, hingga sampai ke Puncak Natas Angin pukul 07.15 pada Senin (23/3) pagi hari.

 

“Kami mulai turun dari puncak pada pukul 09.30, pada saat di atas pos 2 Natas Angin pukul 11.30 teman kaki teman saya Zumna terkilir,” ungkapnya.

 

Karena kondisi kaki kanan tepatnya bagian engkel tidak memungkinkan digunakan untuk menumpu langkah, akhirnya menghubungi pihak basecamp, dan BPBD termasuk para relawan PMI.

 

“Engkel kanan terkilir, tanpa adanya bengkak dan dislokasi,” ringkasnya.

 

Mendapati kabar tersebut, Pusdalops BPBD Jepara bersama dengan para Relawan PMI Jepara segera meluncur ke lokasi kejadian yang berada di di lereng Pegunungan Muria, turut Desa Somosari Kecamatan Batealit.

 

“Tim sampai di lokasi (pos 2, Red) pada pukul 14.40. Selanjutnya, survivor dibawa ke basecamp untuk penanganan darurat,” ringkas salah satu anggota BPBD Jepara Arif Wahyudin.

 

“Survivor sampai di basecamp pukul 16.02 dalam keadaan selamat. Selanjutnya dibawa ke fasilitas pelayanan kesehatan untuk dilakukan pemeriksaan dan pertolongan lebih lanjut,” pungkasnya.***

 

Sumber:Bppd Jepara

Pos terkait