Gelar Ruwahan di Pasar Kepiting Jepara, Ustadz Nasikin: Jangan Meremehkan Orang Lain 

Foto, acara Ruwahan Massal di Pasar Kepiting Jepara dengan menghadirkan Penceramah Ustadz Nasikin bersama Perkumpulan Pedagang Jaya Makmur, Jepara.

Global7.id – Jepara, 

Menjelang Ramadhan 2025, PPJM (Perkumpulan Pedagang Jaya Makmur) yang berada di Pasar Kepiting Jepara kota menggelar acara Ruwahan massal dan Sedekah Pasar Ratu 2 dengan menghadirkan penceramah Ustadz Nasikin, pada Kamis (20/2/2025) pagi.


 

Diketahui, PPJM yang dinahkodai oleh Bambang, Sekretaris, Nur Sekhah, Bendahara, Aris telah membuat acara semakin meriah dengan hadirnya pengunjung pasar Kepiting Jepara. Acara tersebut berlangsung di tengah-tengah Pasar Kepiting yang juga hadir perwakilan Disperindag Jepara, Staff dan pegawai Pasar Ratu, tokoh masyarakat dan pedagang.


Acara tersebut makin meriah dengan hadirnya penceramah Ustadz Nasikin yang memberikan nasehat penuh makna.


“Ada empat golongan manusia yang dirindukan surga yaitu orang yang membaca Al-Qur’an, orang yang menjaga lisannya, orang yang memberi makan orang lapar, orang yang berpuasa di bulan Ramadhan,” tutur Ustadz Nasikin dalam menyampaikan dakwahnya.


Nasikin juga berpesan, Ada 4 golongan yang akan digaransi masuk surga yaitu, Pertama, Tawadhu’, yakni rendah hati, tidak sombong, dan tak meremehkan orang lain.


Kedua, Layyin, yaitu orang yang lemah lembut dan santun, baik dalam ucapan maupun perbuatan.


Ketiga, Sahlun, yaitu orang yang mudah, tidak sulit, ringan baginya memberikan bantuan terhadap orang lain, baik dengan tenaga, pikiran, maupun harta dan yang terakhir, Qarib, yaitu akrab, dekat, mengeluarga (nyedulurke-jawa), pandai berkomunikasi, menyenangkan, dan murah senyum.


Acara ditutup oleh Ketua PPJM, Bambang yang mengatakan, “Saya sangat berterima kasih kepada semua anggota dan tak lupa kepada semua pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara Ruwahan massal dan Sedekah Pasar Kepiting ini, sehingga berjalan dengan aman tanpa ada kendala, ” ujarnya dalam penutupan acara.


Ia menambahkan, “Semoga acara ini tetap bisa kita lestarikan bersama, sebab sangat bermanfaat bagi kita semua, ” imbuhnya.


Lebih lanjut, kata dia, “Seperti dalam ungkapan Hadits Nabi Muhammad, maka akan terputus amalan seseorang jika sudah meninggal, kecuali tiga. Salah satunya adalah doa anak shaleh kepada kedua orang tua, hal ini bermakna bahwa mereka adalah orang berbakti kepada kedua orang tua, ” pungkas Bambang.***

 


Sumber: L7/Edy Putra.

Bacaan Lainnya

Pos terkait