Cek Yuk, Pasar COD di Bangsri Jepara yang Semakin Ramai Pengunjung

Foto, pasar cod Bangsri, kecamatan Bangsri, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Cash On Delivery (COD) saat ini masih menjadi solusi berdagang yang dilakukan masyarakat Bangsri dan sekitarnya. COD yang merupakan sistem penjualan pedagang online pada umumnya, sama halnya yang dilakukan di Pasar Bangsri Baru yang selalu ramai setiap hari mulai jam 13.00 WIB sampai jam 14.30 WIB.


 

Para penjual online yang datang COD, melayani berbagai pesanan konsumen mereka, mulai dari barang elektronik, pakaian, jajanan, buah-buahan, sayuran, perkakas rumah tangga dan masih banyak lagi yang lainnya, Minggu (12/1/2025).


 

Ratusan ibu rumah tangga di Bangsri dan sekitarnya, ternyata menggeluti bisnis ‘sampingan’ tersebut. Mereka terjun ke dunia bisnis lantaran sangat menguntungkan, menjajakan dagangan di akun media sosial, ada pembeli, COD, selain praktis juga tidak menyita banyak waktu. Mungkin itu yang menjadi alasan ibu-ibu bertransaksi di Pasar Baru Bangsri setiap hari.


 

Sebut saja Mega, yang sempat menunggu pembeli, kepada media ini mengatakan, “Tempat favorit yang dulu kami gunakan COD adalah alun-alun Bangsri, lama kami bergeser berpindah, COD ke Pasar Baru yang lokasinya lebih representatif,” ujarnya, Minggu (12/1).


 

Mega menambahkan, dirinya sudah agak lama menekuni penjualan online. Hampir setiap hari ia COD di Pasar Bangsri Baru untuk mengambil barang sesuai dengan pesanan yang ia dapat. Dirinya juga membawa dagangan untuk COD dengan sejumlah pembeli maupun pedagang lainnya.


 

“Sudah sejak 3 bulan ini COD disini. Kalau dulu biasanya di sekitar lapangan sepak bola Desa Bangsri kemudian pindah kesini agar satu titik,” kata warga Desa Kancilan ini.


 

Kini jumlah pedagang online yang melakukan COD di Pasar Bangsri Baru bertambah banyak, mencapai hampir 100 orang. Kini, Pasar Bangsri Baru telah berubah menjadi Pasar COD, di mana ramai dihadiri pedagang online mulai pukul 13.00 WIB hingga pukul 14.30 WIB.


 

Bacaan Lainnya

“Berbagai barang dibawa oleh para pedagang online. Jadi ketemunya disini setiap sore. Ramai sekali setiap sore, Alhamdulillah,” kata dia.


 

Menurutnya, penjualan dari sistem COD semacam ini lumayan menguntungkan sehingga banyak yang berminat. Terlebih dengan kondisi sekarang ini banyak yang memilih untuk membeli perkakas, bahan pangan dan lainnya secara online agar lebih efektif. Harganya pun juga lebih murah dibanding dengan harga toko.


 

Hasil pendapatan yang diperoleh menurut dia paling tidak bisa untuk membantu pemenuhan kebutuhan keluarga. Meski jumlahnya tidak banyak, paling tidak bisa untuk meringankan ekonomi keluarga.


 

“Ya paling tidak bisa untuk membeli bumbu dapur sendiri. Lumayan memang hasilnya,” jelasnya.


 

Sementara itu, Alfian, masyarakat yang ikut COD mengatakan, Pasar COD ini sebagai bentuk kegigihan perempuan Bangsri dalam membantu perekonomian keluarga. Mayoritas dari penjual online yang kemudian COD di pasar ini adalah ibu rumah tangga yang mencari pendapatan sampingan.


 

“Pasar COd ini harus dilindungi. Mereka adalah ibu-ibu yang luar biasa dan pastinya berjasa. Tanpa kenal lelah mereka melayani permintaan kebutuhan para konsumennya,” ungkap Alfian.


 

Para wanita tangguh ini juga berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian masyarakat bawah. Dalam situasi seperti ini pembelian COD dinilai sangat efektif.

Sumber: G7/AM.

Pos terkait