Pejalan Kaki Lutfillah asal Bangsri Jepara Mampir Temui Keluarga Kasus Vina Cirebon

Foto, Lutfillah (tengah) bersama keluarga (kasus 7 terpidana Vina Cirebon).

Global7.id – Cirebon, 

Di hari ke-16 tempatnya di tanggal 6 Januari 2025, Senin malam, Lutfillah, pejalan kaki dari Jepara – Jakarta kini masuk ke kota Cirebon yang populer dan pernah di filmkan yaitu (7 terpidana kasus Vina), Cirebon, Jawa Barat.


 

Dari informasi yang diterima awak media, menurut Lutfillah, targetnya untuk menempuh jarak 25 hingga 30 km itu membaginya 2 kali dalam 24 jam. Hal ini dilakukan dengan berbagai pertimbangan.


 

“Sehabis subuh saya mulai berjalan kaki. Maksimal pukul sebelas. Setelah itu saya singgah di masjid untuk memenuhi dua waktu, Dzuhur dan Ashar. Selepasnya, saya berjalan lagi. Mentok pukul sembilan malam saya sudah harus mendapat tempat menginap,” Ujarnya, Jum’at (10/1).


 

Tempat menginap Lutfillah sang pejalan kaki ini tentunya bukan hotel berbintang atau sekedar motel tengah gang. Lutfillah mengaku, selama perjalanan, persinggahan paling layak bagi musafir seperti dirinya adalah Masjid atau musholla.


 

Ia menambahkan, “Saya juga pernah tidur di teras rumah orang. Karena kebetulan, sepanjang jalan, masjid tidak saya temukan, ” imbuhnya.


 

Masjid atau mushalla yang sempat ia singgahi, mungkin masih bisa dihitung dengan jari. Namun, ada keajaiban di balik perjalanannya ini.


 

“Saya menemukan sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang. Saya merasa mendapatkan kembali serpihan diri saya yang sejati yang mungkin telah lama hilang atau bisa jadi terabaikan oleh diri saya sendiri,” pengakunya.


 

Bacaan Lainnya

Menurut dia, bisa jadi ini adalah kode illahi bagi sang rajawali kembali ke kancah literasi. Dunia yang telah membesarkannya sebagai Coach writer (penulis buku) yang bonafit dengan melahirkan ribuan penulis apik di Indonesia dan beberapa negara di dunia.


 

“Ada pepatah mengatakan, “guru diuji dengan apa yang diajarkannya”. Maka bagi seorang pejalan, “perjalanan adalah guru sejati yang mengajarkan kesejatian diri dan ketuhanan, ” jelasnya.***

 

Sumber: SB/UA.

Pos terkait