Global7.id – Jepara,
Penjual Kopi Hampir Disetubuhi Residivis di Tempat Wisata Air Terjun Songgolangit Jepara
Mantan narapidana atau residivis berulah hingga hampir memperkosa penjual Kopi di Tempat Wisata Air Terjun Songgolangit, Desa Bucu, Kecamatan Kembang, Kabupaten Jepara.
Kapolsek Keling, AKP Slamet Raharjo, mengatakan, kejadian tersebut terjadi pada Selasa, (7/1/2025) sekitar pukul 12.30 WIB di Hutan Jati Sembrung, Desa Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Korban merupakan penjual kopi berinisial LS (38), Warga Desa Bucu, Kecamatan Kembang. Sementara pelaku yaitu AHS (26), warga Desa Gelang, Kecamatan Keling, Kabupaten Jepara.
Ia mengungkapkan, saat itu pelaku datang seorang diri ke warung korban dengan mengendarai sepeda motor Honda Supra X dan memesan kopi dan makan sekitar pukul 9:00 WIB.
Kemudian sekitar pukul 11:00 WIB, pelaku meminta tolong kepada korban untuk mengantarkan ke sebuah toko yang berada di dekat pintu masuk wisata air Terjun Songgolangit dengan mengendarai sepeda motor milik korban, (bukan motor pelaku).
“Ketika sampai di toko yang dimaksud, pelaku bukannya berhenti tapi terus menjalankan kendaraannya hingga masuk ke hutan jati Sembrung yang berada di Desa Gelang, Kecamatan Keling,” katanya, Rabu, (8/1/2025).
Setelah sampai di dalam hutan yang berjarak sekitar 150 meter dari Jalan Raya Keling, pelaku membekap dan mencekik leher korban, kemudian ditarik masuk ke dalam hutan. Korban kemudian didorong menghadap pohon jati dan menurunkan celana korban.
Saat itu, menurut keterangan korban, pelaku juga mengancam untuk menuruti pelaku. Jika tidak, maka korban akan dibunuh.
“Pelaku ini kemudian juga menurunkan celananya dan mendekatkan kemaluannya ke pinggul korban, korban kemudian menjerit dan pelaku kabur dengan membawa sepeda motor milik korban,” jelasnya.
Akibat kejadian tersebut, korban mengaku mengalami kerugian sebesar Rp 10 juta dari sepeda motor yang dibawa pelaku. Sementara barang bukti yang berhasil diamankan yaitu Sepeda Motor Honda Supra X milik pelaku.
“Sampai saat ini kami masih melakukan penyelidikan dan melakukan pengejaran kepada pelaku,” pungkasnya.***
Sumber: BTN.










