Global7.id – Jepara,
Susahnya Solar, KUB Mina Samodra Taruna Jambu Jepara Berharap Hal ini..
Para nelayan yang tergabung dalam (Kelompok Usaha Bersama) KUB Mina Samodra Taruna di Desa Jambu, Kecamatan Mlonggo, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, mengeluh sulitnya mendapatkan BBM jenis solar untuk mencari ikan di laut.
Keluhan tersebut diungkapkan oleh para nelayan karena distribusi BBM solar di Stasiun Bahan Bakar Nelayan (SPBN) AKR sering terlambat dan kurangnya kuota BBM solar untuk para nelayan. Sehingga para nelayan tertunda untuk melaut.
Menurut Muzaidun Ketua Kelompok Nelayan Mina Samodra Tani, mengatakan bahwa keluhan nelayan di sini dalam pembelian BBM solar untuk melaut sangat sulit, karena ada keterlambatan dan kekurangan kuota ketika masyarakat nelayan hendak membeli di SPBN AKR.
“Kami mohon kepada instansi terkait, untuk permasalahan ini bisa ditindaklanjuti dan bisa diselesaikan. Agar para nelayan bisa melaut dengan BBM yang cukup, saat berangkat dan pulang, ” ujar Muzaidun.
Sementara Muchlisin anggota kelompok nelayan, berharap untuk nelayan BBM tidak dibuat susah, karena untuk yang di darat saja (untuk BBM bersubsidi) barcode bisa dibuat bertahun-tahun.
“Tapi kami nelayan setiap satu bulan barcode harus ganti dan ganti lagi. Ini saya dengar ada wacana baru bahwa untuk barcode tiga bulan baru ganti. Seharusnya tidak ada perbedaan antara nelayan dengan temen-temen yang ada di darat,” tuturnya.
Muchlisin sangat berharap kehadiran dan kepedulian pemerintah terhadap nasib para nelayan.
“Harapan kami solar bisa masuk lancar buat bekerja untuk temen-temen kami yang ada di laut, biar mencari nafkah lebih gampang,” ujarnya.
Selain itu, masyarakat nelayan setempat sangat mengeluhkan akses jalan menuju SPBN AKR. Padahal mereka sudah mengajukan untuk perbaikan akses jalan menuju SPBN AKR, namun hingga sekarang belum juga terealisasi.
“Kami para nelayan sangat miris melihat akses jalan menuju SPBN AKR, ditambah akses jalan perlahan-lahan tergerus air laut. Kami mohon kepada pemerintah agar peduli terhadap nasib para nelayan,” pungkasnya.***
Sumber: Pj.










