Truk Bermuatan Ribuan Liter Solar Terguling di Jepara, Dugaan Kuat Permainan Mafia Solar

Foto, Truck Dump bernopol B 9869 WO mengalami kecelakaan tunggal di Jl Raya Jepara-Kelet tepatnya di sekitar hutan Perhutani masuk wilayah Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Sebuah kecelakaan tunggal melibatkan truk bermuatan ribuan liter bahan bakar minyak (BBM) jenis solar terjadi di Jalan Raya Jepara-Kelet, tepatnya di sekitar kawasan Hutan Perhutani, Desa Jinggotan, Kecamatan Kembang, Jepara, Rabu (11/12). Kejadian ini memicu kerusakan besar di lokasi, dengan puluhan jeriken BBM berserakan dan tumpah di jalan.

Menurut informasi yang dihimpun, kecelakaan ini terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. IPTU Heru Setyawan dari Polsek Kembang mengonfirmasi peristiwa tersebut melalui pesan WhatsApp. Truk jenis Isuzu dengan nomor polisi B 9869 WO, yang diduga membawa BBM ilegal, terguling dan menyebabkan sekitar 3.000 liter atau setara 3 kiloliter solar tumpah ke jalan.

Sopir dan Kernet Kabur

Heru menyebutkan, saat petugas tiba di lokasi, sopir dan kernet truk sudah tidak ditemukan di tempat kejadian perkara (TKP). “Mobil truk ini memuat BBM jenis solar, namun untuk subsidi atau tidak, kami belum bisa menyimpulkan karena masih dalam penyelidikan,” jelas Heru.

Truk yang terguling tersebut kini telah dievakuasi dan diamankan di Polsek Kembang untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut. Satlantas dan Reskrim Polres Jepara masih mendalami kasus ini.

Tumpahan BBM Sebabkan Kecelakaan Lain

Selain menyebabkan kemacetan, tumpahan solar juga mengakibatkan beberapa pengendara terjatuh akibat jalanan yang menjadi licin. Relawan kemanusiaan Ayup mengungkapkan bahwa proses pembersihan minyak melibatkan petugas pemadam kebakaran, warga sekitar, dan para relawan.

“Tumpahan solar sepanjang lebih dari 100 meter ini sudah kami bersihkan untuk mencegah kecelakaan lebih lanjut. Namun arus lalu lintas sempat terganggu,” ungkap Ayup.

Dugaan Kuat Permainan Mafia Solar

Besarnya jumlah solar yang diangkut dan tumpah di lokasi menimbulkan dugaan kuat bahwa truk ini terkait dengan jaringan mafia solar yang telah lama menjadi sorotan di Jepara. Masyarakat setempat mengecam keras tindakan ilegal ini dan meminta aparat penegak hukum (APH) untuk bertindak tegas.

“Kami berharap para mafia solar yang merugikan negara ini segera ditindak tegas. Jangan sampai ada pihak yang menjadi beking mereka,” ujar salah seorang warga yang ikut membersihkan jalan.

Kasus ini menambah daftar panjang dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi di Jepara. Warga mengingatkan kasus-kasus serupa sebelumnya, seperti temuan 1.500 liter solar ilegal di Kedungcino, pick up jenis traga menumpahkan  solar di mindahan batealit hingga kasus truk merah yang tertangkap warga di SPBU Bapangan, yang hingga kini belum ada perkembangan berarti dalam penyelidikannya.

Harapan Penegakan Hukum

Dengan insiden terbaru ini, masyarakat berharap tidak hanya pada penyelesaian teknis kecelakaan, tetapi juga pada pengungkapan jaringan mafia solar yang merugikan negara.

“Jangan sampai kasus ini bernasib sama seperti yang sebelumnya yang stagnan tanpa kejelasan,” tegas seorang warga.

Aparat diharapkan menunjukkan komitmen serius untuk memberantas praktik ilegal BBM demi menjaga keadilan dan keberlanjutan subsidi bagi masyarakat yang berhak.***

Sumber: G7.
Wartawan: AR.

Pos terkait