Aksi Pembegalan di Mororejo, Inilah Kronologi dan Pesan Kasatreskrim Polres Jepara

Foto, korban, Kasus perampokan disertai kekerasan terjadi di Mororejo, RT 3 RW 2, tepatnya di perbatasan Desa Mororejo kecamatan Mlonggo - Mambak,

Global7.id – Jepara,

Pada Jum’at 20 September 2024 ramai informasi tentang kejadian pembegalan di Desa Mororejo, Kecamatan Mlonggo, Jepara di media sosial.

Kejadian curas (pencurian dan kekerasan) pukul 18.30 WIB di Desa Mororejo, anggota Polsek Mlonggo melakukan cek TKP terhadap korban Wiwik Isrotun yang terjadi  di turut Desa Mororejo.

Ahmad Khoiri dan Ahmad Ainun Aziz sebagai saksi menjelaskan kronologi kejadian pencurian dan kekerasan, “Saya bertemu dengan korban di jembatan turut Desa Mororejo keadaan luka-luka dan korban berjalan kaki, ” ujarnya , Jum’at (20/9) malam.

Kemudian, Ahmad Ainun Aziz menjelaskan bahwa korban telah di begal (curas), setelah itu Ahmad Khoiri mengantarkan korban kerumahnya dan dilihat dari kondisi korban yang parah lalu langsung mengantarkan ke klinik Tirta Medica di Desa Bandengan, Jepara kota.

Setelah itu, korban di rujuk ke RSI Sultan hadirin pada pukul 20.30 WIB. Beberapa warga setempat beserta anggota jaga piket Polsek Mlonggo menyisir TKP dan menemukan serpihan kaca spion, sepatu warna putih, kaos kaki merah, sepeda motor Honda beat K-4944-BEC yang berada di sawah dalam posisi roboh.

Selain itu, ditemukan kalung emas (3gram) dalam keadaan terputus, kerudung hitam dan baju switer warna hitam.

Dari keterangan warga setempat bahwa sekira pukul 18.01 WIB yang hendak mancing ke dermaga pantai Jepara, warga melihat di dekat lokasi kejadian ada 1 orang sendirian berdiri memakai helm warna putih di bawah pohon membawa sepeda motor Honda PCX warna merah dengan tinggi badan 165-170 Cm, berat badan sekitar 65 kilogram dengan kulit sawo matang.

Dari kejadian pencurian dan kekerasan, korban mengalami luka dari 3 gigi atas lepas, bibir bawah sobek, pelipis kiri sobek dan hidung sobek berdarah.

Kasatreskrim Polres Jepara AKP Yorisa Prabowo menjelaskan, “Untuk saat ini korban belum bisa di mintai keterangan karena korban masih dalam keadaan sakit mengalami luka serius pada bagian bibir korban di rumah sakit, ” ujarnya Sabtu (21/9).

Ia menambahkan, “Barang korban tidak ada yang hilang dan saat ini masih kami laksanakan penyelidikan, ” imbuhnya.

“Saya menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada pada saat bepergian sendirian, terutama membawa/memakai barang berharga. Apabila ada yang menjadi korban kejahatan agar langsung membuat laporan ke kantor polisi terdekat. Apabila ada masyarakat yang mendengar suatu kejadian tindak pidana agar dipastikan dulu kebenarannya, jangan asal memosting di media sosial yang belum tentu kebenarannya yang akhirnya membuat masyarakat lain menjadi resah, ” pesannya.***
Sumber: G7.

Pos terkait