Tangis Keluarga Korban di Bandungharjo Jepara oleh Genk Motor di Semarang Tak Terbendung

Foto, kolase, korban Muhammad Tirza Nugroho Hermawan dan rumah duka di Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Jepara.

Global7.id – Jepara,

Innalillahi wainnailaihi rojiun, pemakaman Muhammad Tirza Nugroho Hermawan, (21), warga Dukuh Bakalan RT 02 RW 05 Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara diwarnai isak tangis.


 

Keluarga korban dan para pelayat tak kuasa menahan air mata. Apalagi korban meninggal dengan cara yang tragis, yakni dibunuh oleh kelompok gangster di Kota Semarang, Selasa (17/9/2024) subuh.


 

Korban ditemukan tewas bersimbah darah di depan SPBU 44.501.22, Bendan Ngisor, Kecamatan Gajahmungkur, Kota Semarang sekitar pukul 03.00 WIB.


 

Mahasiswa S1 Sistem Informasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang semester VII ini saat kejadian dalam perjalanan pulang dari Gunungpati ke tempat kosnya di sekitar kampus Udinus Semarang Tengah.


 

Ia berboncengan motor dengan temannya satu kampus, Anugrah Maulana, 20, warga Dukuh Mrican, Desa Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara.


 

Jenazah Tirza tiba di rumah duka di Dukuh Bakalan RT 02 RW 05, dESA Bandungharjo, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara sekitar pukul 13.15 usai dilakukan pemeriksaan di RS Bhayangkara Semarang.


 

Sesampainya di rumah duka, para pelayat menyambut dan membaca tahlil dan doa. Kemudian, jenazah disalatkan di masjid pada pukul 14.00 dan dikebumikan di pemakaman desa setempat.

 

Bacaan Lainnya

Sukamto, 73, kakek korban mulanya tak percaya dengan kabar yang diterimanya setelah Subuh kemarin. Lantaran cucunya baru kembali ke Semarang pada Senin (16/9/2024) sore.


 

”Berangkat (ke Semarang) dari rumah pukul 16.30. Sudah ngabari kalau telah tiba di Semarang sekitar pukul 19.00,” sebutnya.


 

Mulanya pada Minggu sampai Senin (15-16/9/2024) korban pulang di rumah untuk berkumpul bersama keluarga besarnya karena libur Panjang peringatan Maulid Nabi.


 

Korban merupakan anak satu-satunya dari pasangan Candra Yuli Hermawan dan Atik. Almarhum Tirza menjadi cucu ke empat bagi Sukamto.


 

“Anak itu adalah anak pertama dari istri pertama anak saya yang nomor dua, klo ibu kandungnya orang Rembang, saat ini sudah nikah lagi.” Katanya.

“Ayahnya juga sudah nikah lagi, saat ini ibu sambungnya Sri Setyo Wati,” ucapnya.


Ketika kecil, kata dia, almarhum Tirza sering sekali diasuh dan dekat sekali dengan istri Sukamto. Karena cucunya sebagai anak yang pendiam dan santun, tapi memiliki banyak teman. Begitu pun para tetangga setempat mengenalnya.

 


“Sejak kecil dekat sama mbah putrinya,” ujarnya.

 

”Kemarin Senin, pamit kembali lagi ke Semarang, karena Selasa ada kuliah. Kemudian kami sekeluarga izinkan untuk berangkat pada sore hari, daripada kemalaman,” ucapnya.


Tak hanya itu, Sukamto juga menyampaikan, moment berkesan bersama cucu kesayangannya tersebut. Saat ada acara di rumah kerabat di Bogor, korban Tirza nyetir mobil dari rumahnya sampai Bogor. Kemudian ke Bekasi dan saat pulang mampir rumah pakdhenya di Rembang.


”Nyopir sendiri sampai rumah lagi. Tidak mau diganti bapaknya. Mungkin sudah punya firasat,” ceritanya.


 

Dia mengatakan, awalnya keluarga hanya mendapatkan kabar dari temannya, jika Tirza mengalami kecelakaan.

“Saya tahu itu saja saat Selasa (17/9/2024) habis subuh. Trus, pukul 03.30 dapat telepon dari temannya Tirza, bahwa cucu saya mengalami kecelakaan,” ucapnya.


Mendapatkan informasi tersebut sontak keluarga langsung ke Semarang melihat keadaan Tirza. Namun tidak selang lama, saat keluarga dalam perjalanan menuju Semarang, temannya kembali menginformasikan bahwa Tirza sudah meninggal dunia.


Sontak mendengar informasi tersebut, keluarga langsung tumpah air mata. Akhirnya keluarga besarnya memutuskan kembali ke rumah untuk mempersiapkan kedatangan jenazah almarhum.


 

“Kami sekeluarga niat berangkat ke Semarang, saya dengan istri, mamah sambungnya dan bapak kandungnya.”

“Sampai Mlonggo (Jepara), papahnya dapat telepon kembali dari temannya yang sudah ketemu relawan bahwa Tirza sudah meninggal. Di mobil nangis semua,” tuturnya.


Almarhum Muhammad Tirza Nugroho dimakamkan di dekat kediamannya yaitu TPU Bakalan, Kelurahan Donorojo, Kabupaten Jepara, sekitar pukul 14.00 WIB.***

 

Sumber: Info Jateng.

Pos terkait