Global7.id – Jepara,
Mengenal tentang wartawan investigasi atau disebut Jurnalisme investigasi merupakan wartawan yang melakukan kegiatan mengumpulkan, menulis yang bersifat investigatif, atau sebuah penelusuran panjang dan mendalam terhadap sebuah kasus yang dianggap memiliki kejanggalan.
Selain itu, investigasi merupakan penelusuran terhadap kasus yang bersifat rahasia. Sebuah kasus dapat diketahui kerahasiaannya apabila penelusuran terhadap kasus tersebut selesai dilakukan.
Salah satu media online dari Jepara, Jawa Tengah yang tergabung dalam organisasi wartawan PWO Jepara, yakni portal media Global7.id mulai awal Agustus 2024 telah membentuk tim khusus wartawan investigasi.
Ali Achwan, selaku penanggung jawab keseluruhan mempersilahkan kepada media online Global7.id untuk membentuk tim wartawan investigasi, meskipun hanya ada dua wartawan yang ada didalamnya.

“Ya silahkan saja, yang penting tidak boleh ngamen atau menakut-nakuti orang ataupun menghakimi orang lain dengan cara negatif, ” ujarnya, Senin (29/7/2024).
Perlu diketahui, wartawan investigasi menghasilkan sebuah karya jurnalistik, yaitu laporan investigasi yang tidak ditentukan oleh besarnya kasus yang dibongkar, melainkan manfaat atau dampak apa yang ditimbulkan setelah kasus tersebut terbongkar. Penelusuran sebuah topik yang ringan dapat dikatakan produk investigasi yang baik apabila mengungkap fakta bernilai besar bagi khalayak.
Menurut Ali Achwan, untuk laporan investigasi dalam pelaksanaannya membutuhkan modal yang banyak, terlebih apabila topik yang dipilih bersifat kompleks. Maka sebelum membuat konsep acuan, perlu ada riset awal, wawancara, dan observasi di lapangan.
Jadi, perencanaan yang matang sangat dibutuhkan agar penelusuran dapat berjalan dengan baik, selain itu penyamaran dan koordinasi terutama bagi wartawan investigasi harus dilakukan dengan baik. Dalam hal ini seorang jurnalis juga dituntut untuk memiliki sifat skeptis atau ragu-ragu terhadap setiap fakta yang diperoleh, sehingga fakta tersebut akan terus digali hingga sampai ke akar permasalahan.
Pada intinya, tujuan utama dari wartawan investigasi adalah mengungkap kesaksian dan bukti secara fisik dari suatu persoalan yang kontroversial. Wartawan investigasi lebih menekankan pada upaya mengungkap fakta yang sebelumnya tersembunyi dari publik.
Karena itu, proses kerja wartawan dalam liputan investigasi ini laksana detektif yang mengendus informasi tersembunyi dari banyak sisi dan mengungkapkannya.
Ali Achwan menambahkan, “Jadi utamakan riset dan reportase yang mendalam dan berjangka waktu panjang untuk membuktikan kebenaran atau kesalahan. Tentunya harus wawancara mendalam dengan pihak-pihak yang terkait dengan investigasi, dan pemakaian metode penyelidikan, ” imbuhnya.
Dalam Perencanaan Investigasi, tim wartawan investigasi harus bisa mencari “akar masalah” sangatlah penting, guna memudahkan dalam mencari informasi. Rumusan masalah adalah hal yang ingin ditelusuri melalui investigasi. Untuk itu, rumusan masalah harus se-spesifik mungkin, dan dalam kalimat pendek.
Selain itu, tim wartawan investigasi harus mampu memperoleh bahan investigasi yang dapat dilakukan dengan cara wawancara terhadap sumber dan tokoh kunci, atau mencari dokumen dan bukti terpenting dari lapangan.
Tak hanya itu, tim wartawan investigasi harus menemukan data dan dibandingkan dengan data lain. Untuk itu, setiap data yang diperoleh harus dibandingkan dengan data yang lainnya agar mendapatkan data yang benar-benar akurat.
Setelah itu, tim wartawan investigasi harus mengumpulkan semua bahan (wawancara dan dokumen) serta menyortirnya berdasarkan kredibilitas sumber informasi. Memakai dokumentasi itu untuk menguji hipotesis yang telah dibuat (apakah memprkuat atau menggugurkan).
Yang terakhir, tim wartawan investigasi dalam hal penulisan, laporan investigasi harus ditulis secara padat dan jelas. Namun, yang lebih penting lagi tulisan itu harus argumentatif (memiliki dasar bukti yang kuat dan dibangun dengan logis). Tulisan sering kali harus dilengkapi pemaparan dokumen, foto, dan tabel yang memperkuat tulisan.***
Sumber: G7.










