Global7.id – Jepara,
Di tahun politik pada Pilkada Jepara 2024 Dalam menjaga keutuhan, kerukunan warga yang selama ini telah terbangun dengan baik di tahun politik pada Pilkada Jepara 2024 ini, pengamat sosial dan politik Purnomo Jepara menegaskan dengan bijaksana.
Menurut Purnomo, untuk mencapai kesuksesan pada Pilkada Jepara 2024 mendatang, hal dan syarat ini harus dilakukan. Mulai dari lembaga pemerintah yakni pejabat terendah dari Ketua RT, RW, Kadus, Petinggi, Camat, Pejabat OPD hingga Pj. Bupati harus bersama-sama penjaga proses demokrasi dengan netral.
Pasalnya, Kenetralan itu wajib ditunjukkan secara transparan dan bisa diawasi oleh publik dan media. Semua unsur atau orang yang menyebabkan munculnya ketidak percayaan rakyat Jepara harus dikoreksi, kalau perlu diganti.
“Kemarahan dan ketidakpercayaan rakyat cukup diekspresikan dalam pemilu saja, yaitu tidak memilih yang terkait dengan sumber masalah dan munculnya krisis, ” ujarnya, Kamis (25/7/2024).
Ia menambahkan, “Rakyat itu diberi kebebasan memilih yang benar-benar dipercaya. Azas pemilu secara luber dan jurdil harus dijaga bersama, ” imbuhnya.
Ia melanjutkan, “Jangan sampai kemarahan dan ketidakpercayaan rakyat diluapkan secara fisik di jalan-jalan. Karena, hal itu bisa merusak dan rawan disusupi oleh orang yang tidak bertanggungjawab serta rawan pula terkena konsekuensi hukum, ” terangnya.
Harapan Warga Jepara di Pilkada 2024
Harapannya dalam Pilkada Jepara 2024 nanti kita mendapatkan figur pemimpin yang mampu untuk memenuhi harapan dan mimpi masyarakat. Karena, ia harus mampu mengelola pemerintahan di Jepara dengan baik dan menempatkan diri sebagai seorang negarawan dalam lingkup lokal.
Jadi, kata dia, Pilkada harus menjadi sebuah pesta demokrasi yang tidak saja menyenangkan tetapi juga memberikan harapan kebahagiaan dan optimisme masa depan bagi masyarakat Jepara.
Itulah sebabnya penyelenggaraan Pilkada harus didesain dan dipersiapkan dengan baik agar kedaulatan rakyat dapat berjalan dengan kaidah dan norma yang benar.
Menurutnya, ada empat pilar yang harus dipahami oleh calon pemimpin Jepara. Tentunya calon pemimpin Jepara harus bisa mengerti dan memahami apa yang dimaksud dengan Integritas, Kapabilitas, Otoritas dan Karitas. Hal itu dapat kita jadikan acuan bagi kita dalam memilih calon Bupati dan calon wakil Bupati Jepara mendatang.
Pilar pertama adalah Integritas yang basis utamanya nampak pada rekam jejak karakter dan perilaku etis. Ia bermain pada aspek moral dan pribadi yang memiliki konsistensi dalam pikiran, perkataan dan perbuatan.
Ia ketat memegang komitmen dan konsisten menjalankan prinsip-prinsip kebenaran, keadilan dan kejujuran. Hidupnya yang bersahaja ditambah dengan keberanian untuk memikul tanggung jawab.
Pilar Kedua adalah Kapabilitas yang merupakan gabungan dari motivasi, pengetahuan dan ketrampilan. Orang yang memiliki kapabilitas berarti orang paham dan ahli akan bidang pekerjaannya. Ukuran untuk menilainya jelas yaitu kualitas dan produktivitas pekerjaannya.
Pilar ketiga, Otoritas dimana ia dapat menjalankan wewenang jabatan dengan basis legalitas formal yang tujuannya untuk menggerakkan organisasi. Didalamnya juga termasuk alat untuk menegakkan disiplin dan peraturan. Ia harus tegas, tegar dan tegak dalam menerapkan peraturan.
Pilar keempat, Karitas yaitu pemimpin yang menempatkan diri sebagai pelayan. Ia memiliki sifat rendah hati dan respek kepada orang lain. Jabatan dianggap sebagai amanah dan harus dipertanggungjawabkan kepada seluruh warga bukan hanya konstituennya dengan cara melayani sepenuh hati tanpa pilih kasih.
Kriteria tersebut tentu terbuka untuk didiskusikan bersama dengan disertai dengan niatan baik. Hingga kita menemukan kriteria yang dapat menjadi tolok ukur dalam memilih Bupati Jepara yang berkualitas.
Bukan pemimpin yang sejak awal membangun basis politiknya, menukar kedaulatan rakyat Jepara dengan materi untuk meraih kekuasaan. Akibatnya akan melahirkan efek buruk berantai dalam penyelenggaraan pemerintahan.***
Sumber: Purnomo Jepara.










