Lihat KDRT? Inilah 8 Tips Hindari Kekerasan di Rumah Tangga

Foto, ilustrasi KDRT.

Global7.id – Edukasi Sosial,

Rumah tangga sudah sewajarnya menjadi tempat yang penuh kedamaian, kini hal tersebut mulai pudar karena semakin banyaknya kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) terutama terhadap perempuan.


Kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga tidak hanya merusak hubungan, tetapi juga merusak esensi dari keamanan dan hak setiap perempuan. Perempuan sering kali bingung kepada siapa harus menceritakan keluh kesahnya sebagai korban kekerasan dalam rumah tangga.


 

Sebagai sesama makhluk sosial sudah sepantasnya dapat saling memberi bantuan dan pertolongan jika dibutuhkan. Inilah delapan hal yang dapat dilakukan saat melihat kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga.

 


1. Mulailah Percakapan

Seorang perempuan yang menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga akan membutuhkan bantuan dari orang lain. Anda dapat memulai percakapan dengan korban untuk tujuan menenangkan. Hindari juga penggunaan kata-kata yang dapat memperburuk situasi.


 

2. Dengarkan dan Yakinkan

Ketika seorang perempuan menceritakan kisah kekerasan yang dialaminya dalam rumah tangga, Anda harus memberinya ruang aman yang diperlukan untuk ia bersuara tentang keresahan hatinya.


 

Bagi orang yang diceritakan berusahalah agar selalu mendengarkan apa pun yang ia ceritakan dan penting untuk meyakinkannya dapat terlepas dalam kondisi tersebut.


3. Utamakan Keselamatan

Kondisi seorang perempuan yang telah mendapatkan kekerasan dalam rumah tangga tidak dalam kondisi yang sempurna. Dalam hal ini keselamatan korban harus menjadi prioritas utama dan diperlukan tindakan yang dapat melindungi dan memastikan keselamatan korban dari kekerasan tersebut.

Bacaan Lainnya

 

4. Melaporkan kepada pihak berwenang

Jika menyaksikan atau melihat langsung tindakan kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga, Anda dapat segera melaporkan kepada pihak yang berwenang. Perlu diperhatikan juga dengan barang bukti yang kuat untuk mendukung laporan yang ingin diadukan.


 

5. Pelajari Tanda Kekerasan

Terdapat banyak bentuk kekerasan terhadap perempuan dalam rumah tangga yang dapat menimbulkan dampak fisik dan emosional. Jika khawatir akan hal tersebut, Anda dapat menemukan dan mempelajari tanda-tanda kekerasan yang kemungkinan akan dilakukan oleh pelaku terhadap korban.


 

6. Melawan Budaya Kekerasan

Budaya kekerasan dalam rumah tangga akan menjadi hal yang dinormalisasi dan dibenarkan apabila tidak ada langkah untuk melawannya. Jika Anda ingin budaya tersebut hilang maka dibutuhkan perlawanan terhadap pelaku dengan langkah-langkah yang tepat, yaitu dapat dimulai dari sikap terhadap kesadaran gender bahwa perempuan tidak dapat diperlakukan dengan semena-mena.


7. Libatkan Banyak Orang

Kekerasan dalam rumah tangga tidak akan terselesaikan apabila masalah tersebut hanya dipendam. Oleh karena itu, saat Anda merupakan sosok orang terdekat dan bagian dari komunitas maka Anda akan diperlukan untuk memberikan bantuan dan dukungan terkait tindak kekerasan tersebut. Semakin banyak orang yang terlibat maka semakin besar juga keselamatan korban dapat terjamin.


 

8. Ketahui Data Pelaku dan Korban

Dalam mencegah kekerasan perempuan dalam rumah tangga, Anda perlu memahami permasalahannya terlebih dahulu, salah satunya dengan pengumpulan data yang terkait dengan pelaku dan korban sebagai kunci keberhasilan penerapan langkah pencegahan dalam kasus kekerasan.***

Sumber: BS.

Pos terkait