Wow Tradisi Hataman dan Dekem Ayam di Hari ke-27 Ramadhan di Banjaragung Jepara

Global7.id – Jepara, 

Sudah menjadi tradisi warga dukuh Sido Mulyo kelurahan Banjaragung kecamatan Bangsri kabupaten Jepara yang khususnya warga lingkungan sekitar masjid Al-Khoirot tersebut di setiap kegiatannya pada hari ke 27 Ramadhan 1442 Hijriah.

 

 

Para santriawan santriwati yang berjumlah 102 orang ini melaksanakan budaya religi berbondong bondong membawa makanan dan ingkung dekem yang jumlahnya mencapai 88-an ekor ingkung dan sudah menjadi turun temurun, Minggu (08/052021).

(foto santriawan santriwati yang sekarang mencapai 102 Anak dengan tenaga 23 ustadz ustadzah dan Alhamdulillah bisa melakukan penyerahan ijazah/Syahadah Hatam Al Qur’an/istimewa)

Cerita awal seorang tokoh-tokoh ulama yang luar biasa yaitu Mbah Guru Nursyid yang dimasa hidupnya diperuntukan untuk memberikan pendidikan ke santri putra putri warga sekitar di masjid Al-Khoirot. Dengan kegigihan beliau lahirkan putra putri santri yang punya kopenten tetang Al-Qur’an dan hal-hal yang berhubungan dengan agama. Maka tidak heran semua lulusan yang belajar dari masjid tersebut banyak menjadi tokoh tokoh ulama di masyarakat luas.

(foto santriawan santriwati yang sekarang mencapai 102 Anak dengan tenaga 23 ustadz ustadzah dan Alhamdulillah bisa melakukan penyerahan ijazah/Syahadah Hatam Al Qur’an/istimewa)

Dalam hal ini pada setiap kegiatan rutin khataman Al Qur’an para santri dikolaborasikan dengan budaya kebersamaan shodaqoh makanan ingkung dekem ayam untuk dibagi-bagi dan dinikmati bersama semua santri dan warga sekitar dan mungkin hanya dilakukan di Masjid Al-Khoirot Banjaragung.

(foto 88 ekor Ingkung atau dekem ayam di hari ke 27 ramadhan menjadi tradisi/istimewa)

Budaya ingkung atau dekem ayam ternyata masih digandrungi oleh para santri dan warga sekitarnya dan untuk tahun ini hingga mencapai 88-an ekor ingkung dekem ayam yang terkumpul. Di masa tua seperti dengan kesehatan yang memburuk dan sebelum meninggal mbah Guru Nursyid di tahun 2015 sudah bisa mengumpulkan sebagian Alumni dengan berpesan, untuk meneruskan budaya religi ingkung ini setiap 27 ramadhan hingga berjalan terus sampai di tahun ini.

 

 

Seperti yang disampaikan pak Miftahussururi sekretaris takmir masjid Al-Khoirot bahwa, “Dari tahun ke tahun alumni yang sudah menjadi ustadz dan ustadzah senantiasa menjalankan amanat dengan penuh keikhlasan dan tangung jawab, sehingga santriawan santriwati yang sekarang mencapai 102 Anak dengan tenaga 23 ustadz ustadzah dan Alhamdulillah bisa melakukan penyerahan ijazah/Syahadah Hatam Al Qur’an dan juga ada yang Hatam Al Qur’an 1 kali ada juga yang 4 kali”, tutupnya.

(foto 88 ekor Ingkung atau dekem ayam di hari ke 27 ramadhan menjadi tradisi/istimewa)

Harapan kedepannya agar sukses dan lancar di setiap kegiatan di pandemi ini serta menjadikan contoh tauladan bagi para santriawan dan santriwati.***

Pos terkait