Peringatan Nuzulul Qur’an di Gedung barunya NU Jambu Timur Jepara bersama Tokoh Ulama Terkemuka

Global7.id – Jepara, 

Acara Nuzulul Qur’an digedung NU Jambu timur kecamatan Mlonggo yang diawali dengan pembukaan lalu khataman Al-Qur’an serta dilanjutkan Tahlilan dan do’a bersama yang diikuti oleh semua pengurus NU ranting Jambu timur beserta Banom, para sesepuh sesepuh Nahdlatul Ulama para kiyai dan warga Nahdiyin yang ada didesa Jambu timur berjalan dengan baik khusuq dan khidmad.

(foto Peringatan Nuzulul Qur’an PRNU, Banom Ansor, IPNU IPPNU Fatayat dan Muslimat di Gedung NU Jambu Timur Jepara/istimewa)

Acara tersebut juga dijaga oleh sahabat sahabat BANSER Jambu Timur yang dilanjutkan sambutan ketua Tanfidziyah NU yang diwakili oleh wakil ketua Bapak Hilaluddin S.ag yang dalam sambutannya mewakili ketua Ranting NU Jambu timur dan juga hadir (ketua Tanfidziyah terpilih KH. Hasan Chaeroni SH i) NU Ranting Jambu timur sudah memiliki gedung yang megah dan mewah.

(foto Peringatan Nuzulul Qur’an PRNU, Banom Ansor, IPNU IPPNU Fatayat dan Muslimat di Gedung NU Jambu Timur Jepara/istimewa)

Dalam tantangan kedepan jauh lebih sulit dan harus lebih semangat serta serius untuk menghadapi semua tantangan apapun pada perkembangani NU khususnya wilayah Jambu timur. Dalam acara Nuzulul Qur’an malam itu tepatnya pada 1 Mei 2021 Masehi atau malam 20 Romadhon 1442 hijriah mengangkat acara inti yaitu mauidhoh khasanah oleh KH. Charis Rohman yang menjabat di Syuriah MWC NU Mlonggo Jepara kali ini sebagai pembicara.

(foto Peringatan Nuzulul Qur’an PRNU, Banom Ansor, IPNU IPPNU Fatayat dan Muslimat di Gedung NU Jambu Timur Jepara/istimewa)

Pada malam itu KH. Charis Rohman menjelaskan bahwa “tentang ilmu tafsir surat Al-Alaq ” IQRO’ BISMIROBBIKALADZI KHOLAQ” dan pentingnya memulai apapun dengan membaca Bismillah atau nama Allah SWT yang maha agung, tapi dengan catatan jangan sampai membaca Bismillah ketika mau bermaksiat kepada Allah SWT”, tegasnya.

 

 

Dan beliau juga menambahkan tentang tafsir surat Al-Qadr dan beliau juga menekankan pentingnya belajar di pondok pesantren bagi putra putri warga Nahdziyin tapi ingat belajar di pondok atau Mondokan jangan karena pondoknya bagus dan gratis ,tapi lebih menekankan pentingnya memilih seorang guru karena guru sangat penting bagi putra putri yang sedang mondok, dan juga siapa Kiyainya itu penting”, pungkas KH. Charis Rohman.

(foto Peringatan Nuzulul Qur’an PRNU, Banom Ansor, IPNU IPPNU Fatayat dan Muslimat di Gedung NU Jambu Timur Jepara/istimewa)

Untuk agenda Rutinan NU Ranting Jambu timur Mlonggo Jepara mengadakan ngaji selapanan tiap Jumat pahing juga akan dilaksakan digedung NU yang megah tersebut. Selain kegiatan (Ngaji Ansor tiap malam Ahad) yang sudah berjalan bertahun tahun di dalam kegiatan rutinan ngaji selapanan rencananya akan diiisi oleh KH. Charis Rohman dan kiai kiai muda Jepara.

 

 

Acara malam peringatan Nuzulul Qur’an yang diikuti oleh semua pengurus dan warga NU beserta Banom nya Ansor IPNU IPPNU Fatayat muslimat serta dari semua pengurus dan jama’ah juga ikut senang karena NU ranting Jambu timur yang sebelumnya mendapat peringkat ke 5 dari 7 Ranting terbaik se-Jepara. Penghargaan yang diberikan pada waktu acara Harlah PG Ansor ke 87 digedung PCNU Jepara 24 April bulan kemarin yang diterima langsung oleh ketua Ansor Ranting Jambu timur adalah sahabat Muhammad Hasan Asy’ari S.pdi.

Acara tersebut juga dijaga oleh sahabat sahabat BANSER Jambu Timur

Dalam Sambutan wakil ketua tanfidziyah menjelaskan bahwa dalam berorganisasi harus lebih hidup lagi serta pengurus anggota jama’ah harus sering-sering kumpul untuk membahas hal baru kedepannya dan kalau tidak kumpul maka akan mematikan organisasi itu sendiri. Nah dalam hal ini beliau juga menerangkan rencana dibulan Romadhon ini ada jadwal penjelasan tentang zakat fitrah kepada semua umat muslim di desa Jambu timur khususnya warga Nahdziyin agar diharapkan bisa seragam dalam penanganan zakat fitrah untuk umat. Untuk slogan NU Jepara sendiri adalah “ketok gagah atau Majazi”, tambahnya.

 

 

Bacaan Lainnya

“Karena zaman dulu saat perjuangan para pengurus NU sebelumnya dalam memperjuangkan NU diranting NU Jambu Timur sampai makan harus ngliwet (masak) sendiri bahkan untuk lauknya dengan tewel atau sayur nangka yang masih muda karena sering tidak ada lauk lainnya (untuk tirakat) demi syiarnya NU ranting Jambu timur”, ujar wakil ketua tanfidziyah.

 

 

Untuk harapan kedepannya bahwa semua masyarakat khususnya warga Nahdziyin harus lebih serius setelah adanya gedung NU yang megah dan mewah bisa digunakan ntuk kegiatan kegiatan keagamaan dilingkungan NU Ranting Jambu Timur.

Wartawan Abdul Qodir Ebs G7.
Sumber PRNU Jambu timur.

Pos terkait