Global7.id – Jepara,
Stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) di kabupaten Jepara saat ini masih berada pada tahap renovasi. Bisa dipastikan, kapasitas penonton di stadion bakal berkurang. Hal ini dibenarkan oleh Kabid Tata Ruang pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Jepara, Hanief Kurniawan.
Dia menjelaskan, pengurangan kapasitas ini merupakan konsekuensi dari tempat duduk di tribun stadion yang diubah. Tempat duduk yang sebelumnya berupa pondasi akan dijadikan sebagai single seater. Sehingga, akan mengurangi kapasitasnya tempat bagi penonton.
“Menyesuaikan dengan single seater di tribun yang sebelumnya berupa pondasi,” kata Hanief, Kamis (29/2).
Hanief menyebut, kapasitas stadion kebanggaan pendukung Persijap Jepara itu sekitar 12 ribu penonton. Sedangkan setelah direnovasi, dia memperkirakan kapasitasnya hanya mencapai 8 ribu penonton. Sedangkan jumlah single seater yang disediakan, direncanakan ada 9.140 unit.
“Kalau diganti single seater, kapasitasnya diperkirakan hanya sampai delapan ribu penonton, itu sudah konsekuensinya,” ucap Hanief.
Pemilihan single seater sebagai tempat duduk di stadion GBK ini juga mempertimbangkan keamanan para penonton. Hanief mengungkapkan bahwa pemerintah mengutamakan akses kelancaran keluar masuk stadion.
“Supaya kalau sewaktu-waktu ada keributan, penonton bisa keluar stadion lebih mudah,” ujarnya.
Warga Jepara Fanatik Sepakbola
Masyarakat Jepara termasuk fanatik dalam dunia sepak bola. Setiap Persijap main di kandangnya, supporter pendukung kesayangannya selalu memenuhi seisi stadion.
Diketahui, ada tiga kelompok yang selalu menemani skuat Laskar Kalinyamat saat bermain di kandang. Di bagian tribun selatan terdapat kelompok suporter Banaspati, di tribun utara ada suporter Curva North Sindycate (CNS), dan di tribun timur ada supporter Banaspati dan Jepara Tifosi Mania (Jetman). Hal itu masih ditambah dengan penonton umum di tribun VIP.
Berdasarkan data Transfer Market, penonton Stadion GBK Jepara dalam pertandingan Liga 2 Indonesia musim 2022/2023, rata-rata penonton setiap pertandingan berjumlah 8.600 penonton. Sedangkan selama musim bergulir, jumlah penonton di stadion GBK tercatat ada 34.733 penonton.
Sementara itu, Ketua Kelompok Supporter Banaspati, Agus Supriyanto mengaku kecewa dengan adanya pengurangan kapasitas stadion. Menurutnya, ini akan mengurangi pendapatan klub dan merugikan tim. Agus menyampaikan, keinginan supporter dan masyarakat Jepara sebetulnya adalah perbaikan di stadion GBK secara menyeluruh.
“Terutama di bagian tribun terbuka yang tidak ada jarak antara tempat duduk dengan lapangan,” kata Agus saat dihubungi, Kamis (29/2).
Ia menambahkan, jika kapasitas stadion ditambah, tentu akan meningkatkan prestasi tim kebanggaan masyarakat Jepara.
“Rata-rata penonton di pertandingan liga dua kemarin hanya 7500 orang, padahal dulu waktu ISL ISL persijap vs Persipura, animo penonton kurang lebih 17 ribu orang sampai full dan di luar banyak yang tidak dapat tiket,” ungkapnya.
“Dengan kapasitas yang baru ini sangat merugikan klub dan suporter,” tambahnya.
Pada intinya, lanjut Agus, pengurangan kapasitas stadion akan merugikan bagi klub Persijap sendiri dan para pendukungnya.(***)
Sumber: SM.










