500 Pasien dan 12 Pasien Meninggal di Jepara karena Terjangkit DBD, Inilah Kata Dinas

Foto, nyamuk Demam Berdarah (ilustrasi)

Global7.id – Jepara,

Pasien yang terjangkit penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Jepara terus meningkat dalam kurun waktu dua bulan terakhir.


 

Bahkan, pasien yang meninggal dunia terus bertambah. Dari sebelumnya ada sembilan orang, saat ini bertambah menjadi 12 orang.


 

Meski begitu, saat ini Pemerintah Kabupaten Jepara belum menetapkan penyakit DBD sebagai sebuah kejadian luar biasa (KLB).


 

Menurut Eko Cahyo Puspeno, kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanganan Penyakit Menular yang sekaligus menjabat Pelaksana Harian (Plh) Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jepara mengakui saat ini peningkatan kasus DBD Jepara naik signifikan.


 

”Saat ini memang peningkatannya sangat signifikan. Sehingga sudah hampir bisa dikatakan KLB,” papar Eko kemarin.


 

Menurutnya, suatu kasus bisa ditetapkan sebagai KLB harus ditinjau dari segi epidemiologis. Salah satunya ada satu peningkatan yang signifikan. Baik kasusnya itu sendiri, atau kematian yang ditimbulkan.


 

Berdasarkan data dari Dinkes Jepara per 24 Februari lalu, ada 500 kasus DBD di Jepara. Sementara yang meninggal dunia sudah ada 12 pasien.


 

Bacaan Lainnya

Dari banyaknya jumlah pasien tersebut, menurut Eko dari sisi kebencanaan pun, saat ini sudah bisa dikategorikan sebagai situasi tanggap darurat bencana nonalam. Sehingga perlu langkah tepat. Namun di Jepara belum bisa ditetapkan sebagai KLB.


 

”Karena kami juga perlu berkomunikasi dengan kepala daerah kemudian Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah berkaitan dengan penetapan status tersebut,” tandas Eko.


 

Kasus DBD itu menyebar di hampir seluruh kecamatan di Jepara kecuali Karimunjawa. Sementara pasiennya didominasi anak-anak. Namun dari keterangannya, salah satu daerah dengan jumlah kasus terbanyak ada di Kecamatan Pecangaan.


 

Eko pun turut mengimbau masyarakat agar senantiasa melakukan pencegahan, di antaranya dengan 3M (menguras, menutup, dan mengolah/mengubur barang bekas) agar kasus DBD di Jepara bisa berkurang. Salah satu desa di Kecamatan Pecangaan yang terdapat pasien DBD berada di Desa Troso.


 

Dari keterangan Petinggi Troso Abdul Basir sudah ada tiga warganya yang meninggal dunia.


 

”Rata-rata anak-anak. Yang paling besar itu baru usia SMA,” terangnya kemarin.

Sejak Desember hingga saat ini, ia memperkirakan sudah ada sekitar 30 orang warganya yang dirawat karena DBD. Menyikapi itu, ia pun mengajak masyarakatnya agar peduli terhadap kebersihan lingkungannya.


 

”Semenjak saya jadi Petinggi, baru kali ini yang paling parah. Upayanya ya menumbuhkan kesadaran masyarakat agar menjaga kebersihan lingkungannya masing-masing,” tandas Basir.***

Sumber: RK.

Pos terkait