Jelang Pemilu, Bagi-bagi Amplop & Sembako di Kalinyamatan Jepara, Ada Stiker Paslon..

Foto, bingkisan dan amplop serta stiker Paslon capres dan cawapres, (pelanggaran politik uang) di Jepara.

Global7.id – Jepara,

Empat hari menjelang Pemilihan Umum (Pemilu) 2024, sebagian warga Jepara mulai mendapat bingkisan sembako dan amplop uang dari tim sukses calon legislatif tertentu. Bahkan, ketua RT juga ikut mendistribusikan bantuan tersebut ke warga-warga.


 

Dari informasi yang dihimpun awak media, di Desa Margoyoso, Kecamatan Kalinyamatan misalnya, pada pagi hari tersiar kabar warga diminta mengambil sembako dari salah satu calon legislatif.


 

Lantaran tidak semua warga mau mengambilnya, ketua RT pun turun langsung ke rumah-rumah warga. Paket sembako itu berisi beras, minyak 1,5 liter, mi goreng dan selembar stiker bergambar salah satu Paslon capres dan cawapres namun, yang tengah jelas gambarnya dan juga seorang calon legislatif (caleg) provinsi, dan seorang caleg DPR RI. Warga sekitar mengaku tidak kaget dengan pembagian sembako tersebut.

 


 

“Sudah tahu memang nyaleg. Kalau sama tetangganya yang dekat dikasih sembako saja. Kalau yang jauhan dikit katanya dikasih amplop isi Rp 100 ribu. Biar memastikan betul-betul menang di wilayah itu,’’ kata salah satu warga sekitar.


 

Tak hanya di Kalinyamatan, pembagian uang (amplop) juga telah dilakukan di Daerah Pemilihan (Dapil) Bangsri dan Kelet.

 


Inisial B, salah seorang anggota timses caleg Provinsi mengaku telah membagikan ribuan amplop untuk warga. Amplop itu berisi Rp 20 ribu.


 

“Di daerah itu gak ada saingan amplop lain. Jadi dikasih Rp 20 ribu saja. Provinsi juga katanya lagi sepi karena lebih milih di daerah sama RI,’’ jelas salah seorang anggota timses caleg.

Bacaan Lainnya

 

Sementara itu, warga di daerah lain, seperti Jepara kota belum menerima amplop uang dari timses paslon atau caleg tertentu.

 


Kata warga, biasanya amplop diberikan pada hari-H pencoblosan ke masing-masing warga. Di beberapa lokasi, ada juga caleg yang menarik perhatian warga setempat dengan meninggalkan uang kas untuk PKK dan menjanjikan pembangunan mushola.***

 

Sumber: RK.

Pos terkait