Nyamuk Demam Berdarah Menyerang Jepara, 145 Pasien 2 Meninggal Dunia

Foto, nyamuk Demam Berdarah (ilustrasi)

Global7.id – Jepara,

Jumlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Jepara terus meningkat dalam tiga bulan terakhir. Dalam satu bulan ada 145 warga yang terjangkiti penyakit ini dan harus dirawat inap di RSUD RA Kartini.


 

Pelaksana tugas (Plt) Wakil Direktur Pelayanan RSUD RA Kartini Jepara, Amirudin mengatakan, pada Januari ini, tercatat sudah ada 145 pasien yang terjangkit DBD. Angka itu naik sejak bulan Oktober sebanyak 23 pasien, November 31 pasien dan Desember 47 pasien yang rata-rata adalah anak-anak usia 0-10 tahun.


 

Bahkan, lonjakan jumlah pasien DBD membuat manajemen RSUD RA kartini menambah empat tempat tidur untuk runag perawatan anak-anak.


 

”Ada dua pasien yang meninggal dunia. Satu anak berusia 7 tahun dan satu dewasa berusia 72 tahun. Keduanya akibat DBD,” ungkapnya, Selasa (30/1/2024).


 

Karena kasus terus melonjak, lanjut Dino, pihak rumah sakit menyiapkan sistem roling tenaga kesehatan (nakes) untuk dialihkan ke ruang anak yang terjangkit DBD.


 

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit pada Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jepara, dokter Eko Cahyo Puspeno, menyatakan bahwa data yang dipegangnya berbeda dengan RSUD RA Kartini.


 

Berdasarkan data E-DBD Provinsi Jawa Tengah, selama Januari 2024 tercatat ada 18 kasus positif DBD, 120 suspek dan satu orang meninggal dunia.


 

Bacaan Lainnya

Eko menjelaskaan, lonjakan kasus DBD ini tidak lain karena memasuki musim penghujan. Menurutnya, tren kasus DBD akan meningkat Februari hingga Maret 2024.


 

”Ini penyakit musiman. Masyarakat pun mestinya sudah paham itu. Termasuk pencegahan dan penanganannya,” kata Eko.


 

Menurut Eko, anak-anak lebih mudah terjangkit DBD dibanding orang dewasa. Alasannya, sistem kekebalan tubuh anak-anak lebih rendah dibanding orang dewasa.


 

Pihaknya menerangkan, nyamuk Aedes Aegypti seringkali menggigit manusia pada pagi dan sore hari. Puncaknya, pukul 07.00-09.00 WIB dan 15.00 WIB.


 

Dinkes Kabupaten Jepara telah jauh-jauh hari melibatkan Puskesmas, kecamatan dan desa untuk mencegah penyebaran DBD.


 

Aksi yang dilakukan seperti penyuluhan keliling ke masyarakat untuk menjaga kebersihan rumah dan lingkungan. Masyarakat diajak untuk rutin melaksanakan gerakan 3M plus. Yaitu menguras tempat penampungan air, menutup penampungan air, mengubur tempat-tempat penampung air yang tidak berfungsi dan mencegah gigitan serta perkembangbiakan nyamuk.


 

“Gerakan ini harus rutin dilakukan. Minimal rutin seminggu sekali. Baik di dalam rumah maupun di luar rumah. Di tempat-tempat sempit dan tersembunyi,” jelas Eko.


 

Selain itu, imbuh Eko, Dinkes juga telah dan akan melaksanakan fogging. Kegiatan ini dilakukan dengan kriteria tertentu, seperti penyelidikan epidemiologi.***

Pos terkait