Global7.id – Demak,
Ketua PAC ISNU Gajah Ali Ahmadi. S. PD yang menjabat juga sebagai bendahara PMII cabang mengadakan program Sekolah Islam Gender (SIG) di Pondok Pesantren Al-Madina dari kelurahan Botorejo, kecamatan Wonosalam, kabupaten Demak dengan tema “Dari Perjuangan Kesetaraan Menuju Pemberdayaan Kompetensi“. Program baru (SIG) yang sangat bermanfaat sekali bagi peningkatan pendidikan muridnya. Program Sekolah Islam dan Gender (SIG) merupakan salah satu Kaderisasi formal yang harus ditempuh oleh kader-kader PMII (Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia) khususnya bagi KOPRI itu sendiri, yang mana itu merupakan sebuah kebutuhan yang harus dipenuhi sehingga bisa adil.

“Maksud Gender itu sendiri akan mulai tertanam pada murid-muridnya sejak dalam pikiran, sehingga kedepannya tidak akan lagi adanya ketimpangan-ketimpangan yang terjadi antara laki-laki dan perempuan, sudah saatnya mengubah mindset mereka. Budaya Patriarki itu harus kita buang sedikit demi sedikit, karena bukan hanya laki laki yang mampu berperan atas segala hal tetapi perempuan juga mampu ikut berperan aktif untuk berkiprah maju, karena dimana perempuan mampu menentukan maju mundurnya sebuah negara”, Ujar Ali Ahmadi, Sabtu 27 maret 2021 (kemarin).

Setelah diadakannya SIG ini, para Regenarator atau calon KOPRI, siap untuk menjalankan dan mengembangkan organisasi PMII dan KOPRI, sebagai salah satu elemen Mahasiswa serta Organisasi yang mempunyai peranan penting bagi perkembangan bangsa Indonesia lebih baik lagi.

Ponpes Al-Madina Wonosalam Demak bersama Ali Ahmadi membuat kegiatan program SIG yang melibatkan ketua Komisariat Abdurrahman wahid dan M. Abdul Adib, ketua pelaksana Sekolah Islam Gender yaitu Nur Rohmah dan sekretaris Pelaksana Sekolah Islam gender Ika Mawarni.

Tujuan kegiatan Sekolah Islam Gender adalah mengadakan langkah nyata untuk mewujudkan harapan pintar serta mendapatkan ilmu pengetahuan tentang agama dan sosial untuk kedepannya.

Sesuai yang dicita-citakan organisasi, serta dapat memberikan penyadaran bahwa pemahaman Islam dan Gender sangat dibutuhkan oleh anggota PMII Putri, agar peka dan sensitif Gender terhadap permasalahan perempuan khususnya untuk meningkatkan kualias dan kuantitas di PMII yang ada di Komisariat Abdurrahman Wahid.***
Sumber: Ali Ahmadi/wartawan:Ronto.










