Full Penonton, Main Layangan hingga Lomba di Les Bapangan Jepara Mampu Mengurangi Aktivitas Kecanduan Gawai

Foto, anak muda yang bermain layangan di Les Bapangan, Jepara

Global7.id – Jepara, 

Dalam beberapa bulan kemarin, pinggir Les Bapangan tepatnya dekat kantor kelurahan Bapangan, kecamatan Jepara kota, kabupaten Jepara yang selalu dipenuhi warga sekitar setiap sore hari untuk bermain layangan maupun hanya sekedar melihat-lihat anak-anak bermain layangan, Minggu (23/7/2023).

Sebelum bermain, seorang anak memasang senar pada layang-layang atau yang biasa disebut (tali goci) versi warga Jepara, setelah itu salah seorang temannya memegang layangan itu untuk siap dilepaskan dari tangannya dan langsung ditarik oleh pemain layangan.

Namun, ada sebuah pohon dipenuhi layang-layang yang tersangkut. Bahkan ada layangan yang putus karena berhasil dikalahkan oleh layangan lainnya atau disebut (main gelasan, red). Setelah itu anak-anak berusaha mengejar layangan yang putus tersebut untuk diambil anak-anak lainnya. Hal itu menunjukkan kemampuan untuk menangkap layangan yang putus atau layangan itu tersangkut di pohon.



Dari penelusuran awak media, telah diposting oleh Fais Jok di status WhatsApp dan di group WhatsApp warga Bapangan yang menginformasikan adanya lomba layang-layang dengan judul, “Laber” (Layangan Berhadiah).

Dari poster lomba layangan menyebutkan peraturan dalam bermain layangan, “Peserta 1 Vs 1, posisi sejajar, layangan putus dari tangan, sobek, ngebruk setelah peluit dibunyikan maka kalah, layangan dan benang bawa sendiri, lawan main diundi ditempat, gaya main bebas, layangan maximal ukuran 58 dan total hadiah sesuai jumlah peserta, ” tulis Fais Jok dalam poster lomba.

Salah satu anak yang main layangan di les Bapangan Jepara itu mengatakan, “Wah, musim kemarau memang asik bermain layangan, trus ada layangan yang putus yang dikejar anak-anak kerena layangan itu bisa dipakai lagi. Padahal harga layangan yang biasanya hanya 2000 saja, ” ujar Dedi saat ditemui di pinggiran sungai.



Tawa dan ekspresi anak-anak saat bermain layang-layangan serta ratusan warga sekitar Bapangan memadati pinggir kali Les Bapangan. Keseruan disana saat menunjukkan bahwa ada permainan dan perlawanan (gelasan) satu dengan lainnya saat mengikuti lomba. Hal tersebut memang bisa mengurangi aktivitas gawai hingga mengurangi kecanduan anak-anak pada gawai.

Foto, situasi Les Bapangan Jepara yang dipenuhi warga yang menyaksikan lomba layang-layang dan main layangan, Minggu (23/7/2023).

Salah satu warga Bapangan berpesan, “Boleh main layangan tapi yang penting tidak di jalanan yang bisa membahayakan pengendara motor. Boleh main layangan asal tidak bertengkar. Boleh main layangan tapi kalo bisa ya tidak nyangkut di pohon atau di kabel listrik, ” Pungkasnya.***
Sumber: Global7.id


Tag

Pos terkait