Tak Ada Puskesmas di Desa Parang, Wanita Hendak Melahirkan ini Terpaksa Harus ke Karimunjawa Jepara

Global7.id – Jepara, 

 

Seorang ibu hamil dengan raut wajah menahan rasa sakit terbaring di kapal nelayan. Ia diangkut dengan kapal nelayan dari Desa Parang ke Karimunjawa, Kabupaten Jepara.

 


Petinggi Desa Parang Zainal Arifin membenarkan bahwa salah seorang warganya dirujuk ke Puskesmas Karimunjawa karena mau melahirkan.


 

Rencananya semalam (Selasa (15/2/2023) langsung dirujuk ke Puskesmas Karimunjawa. Namun kondisi cuaca di perairan hujan disertai angin kencang.

 



Sehingga keberangkatannya ditunda menjadi pagi tadi. Seperti diketahui Desa Parang berada pulau terpencil yang ada di Karimunjawa.

 


Selain Parang, ada Desa Nyamuk. Dua tersebut terletak di dua kepulauan kecil. Perjalanan ke dua desa tersebut dari Karimunjawa dengan kapal nelayan memakan waktu 2 jam.

 


Zainal mengungkapkan, Warga bernama Siti Khaidah itu sudah disarankan oleh bidan desa agar melahirkan di Puskesmas Karimunjawa atau di rumah sakit di Jepara.

Bacaan Lainnya

 


“Pihak Puskesmas dan bidan Desa sudah mengarahkan lebih aman lahiran di Jepara atau di puskesmas Karimun karena umurnya sudah lebih 40 tahun. Tapi warga kita terkendala pembiayaan hidup (makan dan lain-lain) di sana,” kata Zainal, Kamis (16/2/2023).

 


Karena faktor tersebut dia memilih bertahan di Parang. Di sisi lain, fasilitas kesehatan di Parang hanya ada puskesmas pembantu. Pada saat itu juga, bidan desa sedang berada di Jepara. Jadi, hanya ada perawat.

 



Zainal mengungkapkan, peristiwa kapal nelayan digunakan mengantar ibu mau melahirkan atau orang sakit sudah lazim.


Asalnya, memang tidak ada alternatif transportasi lain. Dia meminta Pemkab Jepara memperhatikan fasilitas kesehatan di daerah-daerah kepulauan, seperti Desa Nyamuk dan Desa Parang, kecamatan Karimunjawa. Sehingga kejadian serupa tidak terulang lagi.

 


Pasalnya, pernah pula kejadian ibu melahirkan di kapal di tengah perjalanan menuju Puskesmas Karimunjawa.

“Kami mohon Desa Parang dan Nyamuk ada Puskesmas juga. Walaupun nantinya dokternya rolling. Paling tidak puskesmas kan peralatan memadai dan penanganannya maksimal,” harapnya.

 



Sementara itu, Kelapa Puskesmas Karimunjawa Suhadi menambahkan, warga Parang tersebut melahirkan bayi perempuan dalam kondisi selamat. Namun setelah melahirkan, si ibu mendapatkan penanganan intensif karena mengalami pendarahan.


 

Dia juga mengungkapkan, ibu yang mau melahirkan diantar kapal nelayan ke Puskesmas sudah lumrah bagi warga kepulauan. Hal itu karena tidak ada pilihan transportasi lain.


 

“Jika ada kegawatan ditangani di sana. Distabilisasi dulu. Baru dirujuk,” tandasnya.***

 

Sumber: Tj.


Tag

Pos terkait