Kisah Ketua Stand Up Comedy Indo Jepara yang Sering Tayang di Kompas TV

Foto Gautama Shindu Mahesa asal Jepara dan selebriti komika Ernest Prakasa

Global7.id – Jepara, 

 

Gautama Shindu Mahesa, ketua Stand Up Indo Jepara sebelumnya mewakili komunitasnya di Liga Komunitas SUCI yang tayang di Kompas TV dan menjadi akhirnya juara II. Dia pun mengantongi golden tiket masuk SUCI X. Kini, dia berhasil masuk babak grand final kompetisi stand up comedy nasional di Jakarta itu.

 


Para stand up comedy-an asal Jepara kerap latihan rutin di salah satu kafe di Kecamatan Tahunan. Pada waktu latihan para pelaku stand up comedy- yang tergabung dalam komunitas Stand Up Indo Jepara terasa istimewa. Sebab, dihadiri Gautama Shindu Mahesa yang kini dia sedang berjuang di kompetisi Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) X di Kompas TV.


 


Senior Komika di Jepara

Di komunitas tersebut, Gautama merupakan salah satu senior. Sejak 2019 lalu, ia didapuk sebagai ketua komunitas Stand Up Indo Jepara. Pertengahan tahun ini, pria kelahiran Jepara 15 Maret 1996 ini, berhasil mewakili komunitasnya dalam kompetisi Liga Komunitas SUCI. Dia pun menyabet juara II. Hadiahnya berupa uang tunai dan golden ticket untuk tampil dalam kompetisi SUCI X.

 


”Jadi tanpa audisi (masuk SUCI X). Langsung masuk preshow. Di preshow dikumpulkan 24 orang yang dapat golden ticket. Dari 24 orang itu, terpilih 13 finalis yang tampil di SUCI X,” terang Gautama warga Pengkol Jepara ini.

 


Bacaan Lainnya

 

Saat ini, Gautama lolos babak grand final SUCI X melawan Yono Bakrie di Balai Sarbini, Jakarta, Rabu (9/11) mendatang.


 

”Semakin ke sini (di SUCI X) semakin tidak ada beban. Karena ini melebihi ekspektasi. Jadi, saya cuma ingin berusaha tidak mengecewakan saja. Kalau hasil, nerima apapun hasilnya,” ungkap Gautama.

 


Bagaimana tidak, sebelum bisa lolos hingga grand final tahun ini, ia sudah beberapa kali mencoba ikut kompetisi SUCI. Terhitung, ia mencoba ikut audisi sejak masih di season VI hingga season IX. Namun, semua tak lolos. Keberuntungannya baru datang tahun ini. Lewat Liga Komunitas SUCI.

 



Kisah Perjuangan Gautama

Dia berkisah, stand up comedy baru dikenal Gautama antara 2014 hingga 2015 lalu. Itu setelah dirinya melihat penampilan Raditya Dika saat mengisi stand up comedy di Youtube. Ia baru tahu ternyata ada yang namanya stand up comedy. Ia juga baru tahu di Jepara ada komunitasnya. Untuk itu, pada 2015 ia memutuskan bergabung di komunitas Stand Up Indo Jepara.

 


Fokus pada Stand Up Comedy

Mengisi materi stand up comedy saat itu dilakukan di sela kesibukannya. Sebelum benar-benar terjun dalam dunia komedi itu, ia pernah bekerja sebagai marketing, operator sekolah, hingga pegawai percetakan. ”Baru setahun belakangan ini, fokus jadi komika dan menjadi content creator,” ungkap pria yang jadi bagian dari konten ”Pamitnya Ngantor” ini.

 



Dalam tiap penampilannya di kompetisi SUCI X, ia mem-branding dirinya sebagai bapak-bapak funny dari Jepara. Namun, justru yang sempat membuat heboh penampilannya adalah adanya tebak-tebakan dalam beberapa materinya. Materi itu pula yang sempat membuat dua juri SUCI X berselisih paham, Raditya Dika dan Ernest Prakasa.

 


Di balik itu, Gautama mengaku memiliki alasan mengapa menyelipkan tebak-tebakan dalam materinya. Itu tak lepas saat ia mengisi stand up comedy di Jepara. ”Kebanyakan, saat open mic (tampil stand up comedy) di Jepara, penontonnya pengen ikut ngelucu. Jadi tidak mau hanya mendengarkan. Jadi, tantangannya seperti itu. Dari hal itu pula yang menginisiasi untuk main tebak-tebakan. Karena saya rasa penonton ingin terlibat, yaudah saya buat interaksi saja,” tandas Gautama.

 



Namun, di beberapa penampilan terakhirnya saat show, ia tidak menyelipkan tebak-tebakan dalam materinya. Setelah adanya polemik terkait tebak-tebakan, ia memilih lebih hati-hati dalam menyampaikan materi. ”(Tebak-tebakan) bisa dikeluarkan. Tapi harus lebih hati-hati sekarang. Jadi, agar tidak terkesan mengandalkan itu,” imbuhnya.***

 

Sumber: RK.


Tag

Pos terkait