Global7.id – Jepara,
Komoditas jagung dinilai yang membuat harga telur ayam kini meroket hingga Rp32.000/kg di pasaran. Komisi VI DPR RI Amin Ak meminta agar dilakukan pembenahan tata niaga komoditas jagung yang termasuk bahan utama dalam pembuatan pakan bagi ayam petelur.
Menurutnya, salah satu elemen penting untuk mengendalikan harga pakan sehingga dapat menurunkan harga telur ke depannya.
“Tata niaga pakan seperti jagung juga harus dibenahi agar rantai pemasaran lebih pendek sehingga harga lebih murah,” ujarnya pada Minggu (28/8/2022).
Dia juga mengatakan kalau kebijakan pengendalian harga telur yang tengah melambung merupakan momentum dalam rangka membenahi tata niaga pakan dan telur.
Salah satu pedagang pasar Jepara, mengatakan, “Meskipun persediaan telur melimpah, saat ini hanya bisa menjual lima kotak dari sebelumnya 15 kotak,” kata Nikmatul Khotimah.
Pada sisi lain, kenaikan harga telur juga membebani para pembeli yang sebagian di antaranya merupakan pedagang makanan. Naiknya harga membuat pedagang mengurangi pembelian telur.
Selain telur, lonjakan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas kebutuhan pokok lainnya, seperti cabai merah dari Rp45.000 naik menjadi Rp55.000 per kilogram, beras naik Rp600 per kilogram, mi instan naik di kisaran Rp3.000 hingga Rp5.000 per kardus.
Adapun salah satu penyebab lain kenaikan harga telur disebabkan naiknya harga pakan dengan kenaikan hingga 30% dari sebelumnya. Hal itu disebabkan oleh kenaikan harga jagung di mana impor jagung dinilai masih cukup besar.
Dampak kenaikan harga telur, lanjutnya, akan meningkatkan inflasi dan penurunan daya beli masyarakat akibat nilai uang yang tergerus.***
Sumber: OZ.
Tag










