9 Dapur MBG di Gresik Disetop, BGN Murka Gara-Gara Sajikan Kelapa Utuh

mbg di gresik disetop sementara usai sajikan kelapa utuh
mbg di gresik disetop sementara usai sajikan kelapa utuh

Global7.id – Gresik, 

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) kembali jadi sorotan. Kali ini, sebanyak sembilan dapur MBG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur, dihentikan sementara operasionalnya setelah kedapatan menyajikan kelapa utuh kepada para penerima manfaat.

 

Langkah tegas itu diambil langsung oleh Badan Gizi Nasional (BGN). Keputusan suspend ini diumumkan setelah menu kelapa utuh dinilai tidak sesuai dengan pedoman pelayanan yang telah ditetapkan dalam program MBG.

 

Wakil Kepala BGN Bidang Komunikasi Publik dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa kejadian tersebut seharusnya tidak perlu terulang. Pasalnya, polemik soal pemberian kelapa utuh sebelumnya sudah sempat menjadi perhatian publik di sejumlah daerah.

 

Menurut Nanik, para pengelola SPPG semestinya menjadikan kejadian serupa sebagai bahan evaluasi. Ia menilai seluruh pengelola dapur MBG harus lebih berhati-hati dalam menentukan menu, apalagi program ini menyangkut kebutuhan gizi penerima manfaat yang menjadi perhatian masyarakat luas.

 

BGN juga menolak alasan dari pihak SPPG yang menyebut menu itu diberikan atas permintaan penerima manfaat. Menurut Nanik, alasan tersebut tidak dapat dibenarkan karena setiap dapur MBG tetap wajib mengikuti standar menu serta pedoman operasional yang telah ditetapkan pemerintah.

 

Karena itu, sembilan SPPG di Gresik resmi dihentikan sementara untuk menjalani proses evaluasi menyeluruh. Tidak hanya penghentian operasional, BGN juga memerintahkan adanya tindakan disipliner terhadap kepala SPPG yang terlibat.

 

Nanik menegaskan bahwa pimpinan SPPG harus bertanggung jawab atas kejadian tersebut. Ia bahkan meminta agar kepala SPPG yang bersangkutan diberikan SP 1 atau rotasi jabatan, karena dianggap lalai dan tidak belajar dari polemik yang sebelumnya sudah ramai dibahas.

 

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Direktur Pemantauan dan Pengawasan Wilayah II BGN, Albertus Dony Dewantoro, menyampaikan bahwa penghentian operasional terhadap sembilan dapur MBG itu sudah mulai berlaku sejak 14 Maret 2026.

 

Baca Juga: 7 Siswa dan Guru di Nabire Diduga Keracunan MBG, BGN Ungkap Gejala Muntah-Diare

 

Adapun sembilan SPPG yang dihentikan sementara meliputi SPPG Gresik Sidayu Ngawen, SPPG Gresik Sidayu Wadeng, SPPG Gresik Dukun Wonokerto, SPPG Gresik Dukun Lowayu, SPPG Gresik Dukun Sembungan Kidul, SPPG Gresik Dukun Tebuwung, SPPG Gresik Ujungpangkah Glatik, SPPG Gresik Balongpanggang Pucung, serta SPPG Gresik Sidayu Sidomulyo.

 

Kasus ini menambah daftar evaluasi dalam pelaksanaan MBG di berbagai daerah. Sebelumnya, menu dan kualitas sajian dalam program tersebut juga kerap menuai sorotan publik, mulai dari keluhan makanan kurang layak hingga persoalan teknis distribusi.

 

BGN pun mengingatkan seluruh pengelola SPPG di Indonesia agar tidak main-main dalam menjalankan program MBG. Selain harus mematuhi standar menu, setiap dapur juga diwajibkan memperhatikan keamanan pangan, kualitas sajian, dan sensitivitas terhadap isu yang berkembang di masyarakat.

 

Langkah suspend terhadap sembilan dapur di Gresik ini menjadi sinyal keras bahwa pemerintah tidak ingin ada pelanggaran berulang dalam program unggulan tersebut. Apalagi MBG menyangkut kepercayaan publik dan kebutuhan dasar penerima manfaat yang seharusnya mendapat makanan sesuai standar gizi, bukan malah memicu polemik baru.

 

G7/UCP

Pos terkait