KH Ahmad Mudhofar: Pilih Pemimpin Jepara harus Memiliki Latarbelakangnya yang Baik

Foto, KH Ahmad Mudhofar saat jadi narasumber dalam program talk show Bincang Malam di cafe Kopi Andany Pengkol Jepara.

Global7.id – Jepara,

Mencermati para calon-calon pemimpin Jepara tampaknya ada hal-hal yang menarik untuk kita diskusikan lebih lanjut. Maka seberapa besar proporsi pemilih yang tergolong sebagai pemilih cerdas, sehingga diharapkan mampu menghasilkan kepala daerah yang berkualitas.


 

Hal ini menjadi sangat penting karena bobot kualitas dan kompetensi pemimpin daerah yang kelak terpilih secara demokratis sangat tergantung kepada moralitas atau kecerdasan nurani pemilihnya.


Pemilih yang cerdas adalah mereka yang memiliki sejumlah karakteristik perilaku memilih pemimpin.

 


1. Anti Money Politic

yakni pemilih yang menentukan pilihannya tidak karena motif imbalan materi atau menerima suap sejumlah uang atau pun bentuk material lainnya dari pihak atau paslon tertentu.


 

Namun, pilihannya didasarkan atas ketajaman dan kejernihan hati nuraninya. Iming-iming sejumlah uang bagi pemilih tipe ini hanya dipandang sebagai ‘godaan iman’ yang segera berlalu, kemudian segera ‘bertaubat’ untuk kembali mengikuti suara hati nuraninya.


2. Tidak asal Pilih

yakni konstituen dalam memilih calon pemimpin daerahnya tidak sekedar menggugurkan hak/kewajibannya sebagai warga daerah. Tapi memilih secara bertanggung jawab, maknanya calon pemimpin yang akan dipilih sudah diperhitungkan dengan matang, serta diyakini mampu membawa kemajuan, kemaslahatan dan kesejahteraan bagi daerahnya.


 

3. Visi dan Calon Pemimpin Daerah

Dari partai/koalisi partai dan calon kepala daerah, menjadi pertimbangan utama untuk memutuskan pilihan definitif nya. Sehingga hanya calon kepala daerah yang memiliki visi dan misi yang logis dan ‘membumi’ yang dipilih.

Bacaan Lainnya

Karena tipologi calon seperti itu biasanya akan menghindari jebakan janji-janji politik yang berlebihan serta abai terhadap realitas di lapangan.


 

Salah satu tokoh terkemuka di Jepara, KH Ahmad Mudhofar, yang merupakan
Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Al Husna Jepara, Jawa Tengah menanggapi perihal pemilih yang tepat untuk menghasilkan pemimpin Jepara yang hebat.


Diketahui, Pria kelahiran Jepara, Jawa Tengah 2 Mei 1975 ini sudah 10 tahun belajar kitab di Pondok Pesantren Mayong, Jepara. Lalu pindah ke Welahan, Jepara di bawah asuhan KH Damanhuri Cholil dan pindah lagi ke Pondok Pesantren Sarang Rembang.


 

Sepulang dari Sarang Rembang, ia baru menghafal Alquran di Darul Furqon Kudus selama 1 tahun. Ia mampu khatam Alquran 30 juz sekitar 9 bulan dan di setorkan kepada Sayyid KH Abdul Qodir Umar Basyir, yang juga menjadi Imam Besar Majid Menara Kudus.


Setelah itu, ia melanjutkan kuliah S1 di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas) Semarang, lalu S2 di Universitas Nahdlatul Ulama (Unisnu) Jepara, dan S3 di Universitas Wahid Hasyim (Unwahas).


 

Kini, KH Ahmad Mudhofar merintis berdirinya Pondok Pesantren Al Husna Internasional Mayong, Jepara, yang di mulai sejak 2002 hingga sudah berkembang pesat, dalam usia 20 tahun sudah punya cabang di lima wilayah.


Pada bulan April dan Mei 2024, ia mendeklarasikan dan daftar ke beberapa partai politik sebagai bakal calon Bupati Jepara mendatang.


 

Untuk memilih pemimpin Jepara yang tepat menurutnya, “Masyarakat ini masih digunakan untuk obyek (mohon maaf) bahas kasarnya masih memposisikan masyarakat untuk ditipu dengan diberikan bantuan bantuan seperti itu, jadi calon-calon pemimpin itu harus bagaimana menunjukkan gagasannya, track recordnya, latar belakangnya itu sangat penting sekali, klo memang dia memiliki kemampuan jadi pejuang maka jika klo dia jadi pemimpin pasti akan memperjuangkan apa-apa untuk masyarakatnya, ” Ujar KH Ahmad Mudhofar, Minggu (23/6/2024) malam saat di temui di program talk show Bincang Malam di cafe Kopi Andany Pengkol Jepara.


“Jadi, untuk njenengan seorang media, para tokoh masyarakat bisa menuntun umat masyarakat Jepara untuk memilih pemimpin yang cerdas, amanah, melayani dan memiliki latarbelakang yang baik juga. Saya hanya menjemput takdir dan ingin memperbaiki Jepara untuk kedepan yang lebih baik lagi, ” pungkasnya.***

Sumber: AM.

Pos terkait