Diusir Pemandu Wisata Hutan Mangrove Gelagah Wangi Blebak Jepara, Warga Bersepeda Kecewa

Belum genap sebulan ada salah satu pemandu wisata di Glagah Wangi Blebak Jepara yang kurang beretika, para pengunjung Tim sepeda dikejutkan oleh seorang pemandu wisata yang arogan bahkan mengajak bentrok dengan pengunjung tim sepeda, Minggu 29/05/2021.

 

 

Diujung pantai Blebak Jepara ada destinasi Wisata baru yang diberi nama Glagah Wangi yang merupakan wisata Mangrow Indah dan menawan namanya, namun ketika tim sepeda yang masuk ke area wisata tersebut tiba-tiba disuguhi sikap pemandu wisata yang tidak bersabat, hal ini terjadi ketika awak media online Global7.id bersama tim sepedanya yang merupakan warga sekitar dan tidak berwisata tapi hanya bersepeda ke lokasi wisata.

(foto Yeni pemandu wisata Glagah Wangi yang memarahi dan mengusir pengunjung tim sepeda tanpa alasan yang jelas dan berhasil difoto oleh wartawan Global7.id/istimewa)

Saat itu tim rombongan sepeda rutin setiap minggu berkeliling sepeda menelusuri pantai mulai dari pantai Bondo Empu Rancak Pailus dan pantai Blebak yang melakukan olahraga juga untuk hiburan serta ngopi bersama di area pantai.

 

Seperti biasanya setiap minggu tim sepeda masuk ke area wisata tersebut secara tertib dan disiplin untuk bayar karcis senilai 15 ribu perorang. Dan saat tim sepeda masuk ke area wisata sebelum jam 8 pagi, pintu sudah terbuka dan tim sepeda masuk bersama tanpa ada halangan dan tidak ada penjaga tiket di pintu masuk wisata.

(foto tim sepeda yang merupakan pengunjung rutin ke wisata Glagah Wangi Blebak Jepara/istimewa)

Namun setelah di dalam area wisata tiba-tiba dihadang oleh satu orang pemandu wisata dengan wajah yang tidak bersahabat.

 

 

Diketahui seorang pemandu wisata yang bernama Yeni asal kota Kudus tetangga kota Jepara itu langsung mengusir tim bersepeda hingga terjadi ketegangan dan tanpa alasan yang jelas. “Pokoknya semua harus keluar dan keluar !!”, ucap kasar Yeni pemandu wisata Glagah Wangi.

 

Dengan rasa kecewa dan tanpa alasan yang jelas akhirnya sangat terpaksa dan salah satu anggota tim sepeda menunjukan kartu idcard wartawan Global7.id Jepara dengan maksud agar menghargai pengunjung dari warga sekitar yang tidak berwisata tapi bersepeda. Namun dengan emosinya Yeni mengatakan dengan lantang dan gagah berani, “Saya tidak butuh itu wartawan, Bupati, maupun Presiden saya tidak butuh..!!”, Ucap Yeni si pemandu Wisata tersebut.

(foto pintu di tiket masuk wisata Glegah Wangi Blebak Jepara/istimewa)

Kemudian salah seorang anggota tim sepeda yang bernama pak Meiyono mantan carik kelurahan Jambu Barat yang pernah ikut mengelola wisata tersebut pun ikut diusir, “Wah wah benar-benar keterlaluan itu si pemandu wisata yang bernama Yeni, kita sudah terbiasa naik sepeda rutin dan jika ditarik tiket ya kita bayar dan kalo tidak ditarik tiket ya kita masuk aja karena gak ada yang jaga di pintu masuk, kalo perkara tiket kan bisa ngomong baik baik, kita warga sini punya hati dan perasaan dan tidak begitu caranya yang asal marah-marah”, tutur kecewa pak Meiyno.

Tak hanya itu, seperti bukti foto Yeni yang menerangkan bahwa, “Wajah Yeni dengan ekspresi mata melotot dan otot leher keluar yang artinya terlihat berekspresi marah besar dan suara lantang, silahkan nilai sendiri”, tutur netizen yang komentar dari foto Yeni.

Bacaan Lainnya

 

Selanjutnya, pak Meiyono menegaskan dan memberitahukan, “mohon untuk hati-hati saat berkunjung masuk ke area wisata tersebut dan saya menghimbau kepada pengelola wisata itu agar menasehati dan memperingatkan ke pemandu wisata yang bernama Yeni untuk tidak arogan dan semena-mena pada pengunjung apalagi kita warga sini”, Tegas pak Meiyono.***

Wartawan Ali PWO Jepara, Sumber: Tim Sepeda.

Pos terkait