Untuk Daniel Frits, Doa Bersama Ruwatan Ageng Karimunjawa Jepara

Foto, Puluhan aktivis lingkungan, pemuka agama dan seniman di Jepara berkumpul menggelar doa bersama dan ruwatan ageng untuk kelestarian alam Karimunjawa di taman kerang Pengkol Jepara

Global7.id – Jepara,

Puluhan aktivis lingkungan, pemuka agama dan seniman di Jepara berkumpul menggelar doa bersama dan ruwatan ageng untuk kelestarian alam Karimunjawa.


 

Kegiatan itu berlangsung di Taman Kerang, Jl Shima Pengkol VII, Pengkol, Kecamatan Jepara, Senin (19/2) malam.


 

Selain doa bersama dan ruwatan ageng, kegiatan tersebut juga diisi dengan serangkaian pertunjukan seni, pameran seni rupa, instalasi, pameran foto, pentas tari, musik hingga pembacaan tembang macapat dan puisi oleh para simpatisan.

 


Aksi lingkungan tersebut juga didedikasikan untuk aktivis lingkungan Karimunjawa yang ditangkap Daniel Frits Maurits Tangkilisan dan akan melangsungkan sidang keduanya pada Selasa (20/2).


 

Ketua Panitia Pelaksana, Fakhrudin menuturkan kegiatan ruwatan ageng ini menjadi respons dan keresahan bersama atas kejadian yang terjadi terhadap Karimunjawa dalam tujuh tahun terakhir.


 

“Terlebih dua tahun terakhir ini, terjadi kerusakan alam yang luar biasa, kriminalisasi hukum dan eksploitasi alam, ini menjadi isu penting yang berbenturan dengan masyarakat dan pemerintah,” kata Fakhrudin saat diwawancarai, Senin (19/2).


 

Setelah berbagai upaya yang dilakukan, ekspresi lewat kesenian dan kebudayaan menjadi jalan terakhir untuk menunjukkan kepada masyarakat bahwa isu Karimunjawa harus diperhatikan.

 

Bacaan Lainnya

“Doa bersama dan ruwatan ageng ini diharapkan lebih tergaungkan oleh masyarakat Jepara, bukan menjadi isu kelompok elit saja,” tegasnya.


 

Melalui penampilan berbagai seniman rupa, seni musik, teatrikal dan kelompok sastra, pihaknya berharap cara kultural ini dapat menjadi pesan kepada masyarakat Jepara untuk bersama-sama memperjuangkan Karimunjawa.


 

Apalagi, kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan, Daniel Frits Maurits Tangkilisan menambah catatan panjang terhadap isu lingkungan di Karimunjawa.


 

“Kami tampilkan pertunjukan seni, poster, dan melibatkan seluruh pemuka lintas agama, Islam Budha Kristen protestan, Katholik dan perwakilan margo langit, semua kami langitkan untuk Daniel dan kelestarian alam Karimunjawa,” ujarnya.


 

Salah satu pemuka agama yang ikut ruwatan ageng, dari kelompok Islam, Aulur Rofik menjelaskan bahwa kegiatan ruwatan ini sebagai bentuk dukungan moril terhadap aktivis lingkungan Daniel yang dikriminalisasi.


 

Selain itu, kegiatan tersebut juga diharapkan membuka kesadaran bagi masyarakat untuk menyelamatkan Karimunjawa dan merawat alam.


 

“Paling tidak ini memberi dukungan secara moril sehingga terjadi asimilasi yang menyenangkan untuk anak cucu. Ayo bangun Karimunjawa sebagai destinasi wisata yang indah lagi,” kata Rofik.


 

Dia pun menyelipkan doa khusus untuk Daniel yang akan melangsungkan sidang keduanya besok Selasa (20/2) di Pengadilan Negeri Jepara.


 

“Ada doa khusus yang kami panjatkan untuk Daniel, begini selamatkan Karimunjawa dan penggiat Karimun dari tangan-tangan kotor manusia yang bermasalah, yang bersekutu dengan jin. Semoga ini bisa menggugah kita dan mudah-mudahan Daniel bisa dibebaskan,” harapnya.***

Sumber: SM.

Pos terkait