Global7.id – Jepara,
Tanggul Sungai Ngasem jebol yang mengalir hingga ke Desa Clering, Kecamatan Donorojo, Kabupaten Jepara. Akibatnya, air sungai tersebut meluap ke area pemukiman dan persawahan milik warga di Desa Clering, pada Selasa (23/1/2024).
Dari pantauan di lapangan kemarin, genangan air merendam sebagian besar sawah dan pekarangan rumah milik warga. Ketinggian air di jalanan sekitar 20 hingga 40 centimeter hingga beberapa rumah juga ada yang terendam air hingga ke dalam.
Salah satunya adalah rumah milik Rofi`, warga RT 6/RW 2, Desa Clering, Kecamatan Donorojo. Air tersebut merendam area ruang tamu. Ketinggiannya di dalam rumah sekitar 10 centimeter.
”Air mulai masuk ke dalam rumah sejak setelah subuh. Siang mulai surut,” ungkapnya, Selasa (23/1).
Ia mengakui banjir kali ini tidak separah tahun lalu. Karena, hanya sedikit rumah warga yang terendam air hingga ke dalam rumah. Hal serupa diungkapkan Petinggi atau Kepala Desa Clering Ahmad Nasuri.
Ia mengatakan,”Hanya sebagian yang masuk rumah. Tidak seperti tahun kemarin,” ungkapnya.
Dari keterangannya, banjir yang melanda desanya ditengarai karena faktor curah hujan yang tinggi sejak Senin (21/1).
Akhirnya, membuat aliran sungai tak mampu menahan debit air yang meningkat dan membuat dua titik tanggul Sungai Ngasem jebol.
”Ada sebanyak empat RT kawasan pemukiman yang terendam,” kata Ahmad Nasuri.
Sementara itu, Kasi Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara mengatakan, pihaknya telah melakukan pendataan dan asesmen ke lokasi kemarin.
Hal itu dilakukan sebagai tindak lanjut terkait banjir tersebut agar tidak meluas. Pihaknya juga telah mulai berkoordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Jepara agar bisa memenuhi kebutuhan karung pasir yang nantinya akan digunakan untuk menutup titik tanggul Sungai Ngasem yang jebol.***
Sumber: RK.










