Membahayakan! Jembatan Rusak di Pendosawalan Jepara Berharap Perhatian Pemda Jepara

Foto kolase, jembatan yang tidak layak untuk penghubung antara Desa Pendosawalan dan Banyuputih di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara

Global7.id – Jepara,

Jembatan merupakan akses jalan dan penghubung serta penggerak perekonomian antar warga di daerah sekitarnya. Namun , apa jadinya jika jembatan tersebut sudah terlihat tidak layak dan bisa membahayakan pengendara.


 

Salah satunya jembatan kecil sebagai penghubung antara Desa Pendosawalan dan Banyuputih di Kecamatan Kalinyamatan, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah yang mengalami banyak kerusakan, namun tak kunjung diperbaiki.


 

Jembatan yang terletak di Desa Pendosawalan RT 01 RW 01 dan Desa Banyuputih RT 02 RW 01 berdiri sejak tahun 1989 yang dibiayai dengan dana pribadi Petinggi terdahulu yaitu Sudiyanto beserta Swadaya masyarakat Pendosawalan.


 


Jembatan yang membentang di atas sungai Pendosawalan Bakalan sepanjang 30 meter, sebagian telah keropos karena termakan usia. Kini jembatan yang keropos lantainya sebagian sudah diperbaiki oleh petinggi Desa Pendosawalan dengan biaya sendiri.


 

Petinggi Desa Pendosawalan, Hidarwo menjelaskan, “Jembatan tersebut yang menghubungkan antara Desa Pendosawalan dengan Desa Banyuputih di Kecamatan Kalinyamatan itu setiap hari digunakan warga untuk keperluan ke sawah, pasar maupun tempat kerja ke pabrik”, ujarnya.


 

Ia menambahkan, “Dulu jembatan tersebut di bangun dengan bambu lalu diganti dengan kerangka besi,” imbuh Hidarwo, Selasa (11/07/2023) kemarin.


 

Bacaan Lainnya


Lebih lanjut, dia menjelaskan, kerusakan jembatan itu sudah cukup lama, hingga kini belum ada penanganan dari pihak terkait (pemerintah), karena segala kerusakan akan ditanggung oleh petinggi dengan merogoh kocek yang cukup dalam serta swadaya warga.


 

“Ini rusaknya sudah sangat lama. Jadi sampai sekarang belum ada penanganan dari pemerintah baik Pemda Jepara maupun Provinsi dan perlu diketahui semua beban biaya perawatan jembatan ditanggung oleh seorang petinggi Pendosawalan selama dia masih menjabat dan dibantu warga,” jelas Hidarwo.


 

Meski sudah diperbaiki, kondisi jembatan tersebut cukup membahayakan. Apalagi kondisi jembatan pada bagian pondasi itu juga sudah mulai rusak setelah diterjang banjir yang cukup besar beberapa waktu yang lalu.


 


Petinggi Pendosawalan sangat khawatir akan derasnya air sungai jika hujan kembali terjadi, maka akan menambah kerusakan jembatan yang menjadi akses warga kedua Desa tersebut.


 

“Jika turun hujan cukup lebat air akan naik keatas menghantam jembatan hingga lantai, sehingga mengawatirkan pengguna jalan yang lewat.” Lanjutnya.

 


“Kami dari pemerintah Desa sangat berharap perhatian dari Pemerintah Daerah maupun Provinsi untuk segera membantu membangun jembatan tersebut, mengingat anggaran dana Desa tidak ada mengalokasikan untuk pembangunan jembatan tersebut. Untuk perbaikan dan perawatan jembatan selalu merogoh dana pribadi para Petinggi selama dia masih menjabat dan itu terjadi sejak jembatan tersebut dibangun, juga peran serta masyarakat Pendosawalan secara swadaya yang selalu membantu dalam pelaksanaannya.” Pungkasnya.***

 

Sumber: L7.


Tag

Pos terkait