Kenali Yuk, Tempat Wisata Kali Ndayung dan Sejarahnya di Batealit Jepara

Foto, wisata alam Kali Ndayung di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara,

Global7.id – Jepara,

Hallo kangmas dan mbakyu, yuk kenali tempat wisata di Jepara yang mulai ramai dikunjungi, yaitu tempat wisata Alam Kali Ndayung di Desa Batealit, Kecamatan Batealit, Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, yang memiliki kisah asal usul dari nama Kali Ndayung.

 


 

Keindahan alam di kawasan lereng Muria ini masih alami dengan aliran sungai nan jernih. Wisatawan bisa berenang sepuasnya di sungai itu. Ada pula yang sekadar duduk santai di tepiannya sembari menikmati suasana.

 


Pengelola Wisata Alam Kali Ndayung, Ahmad Sikin mengatakan di kawasan Kali Ndayung terdapat bukit yang menjadi pertemuan dua aliran sungai dari Jepara dan Kudus yang merupakan aliran sungai dari Pegunungan Muria.

 



Saat dikonfirmasi awak media, Ahmad Sikin menjelaskan, “Sungai atau kedung Ndayung itu sebelah ada gili buntung, gili pemisah aliran sungai yang selatan itu dari arah Kudus, yang utara dari arah Jepara, bertemu di Kali Ndayung,” ujar Sikin.


 

Menurut cerita turun temurun, Sikin menerangkan, di desanya dulu pernah ada sosok bernama Mbah Mrio. Mbah Mrio disebut sebagai pengrajin perahu.

 


Ia menambahkan, “Jadi orang dulu termasuk Mbah Mrio membuat perahu di Mrio, nama sebuah desa dan kini menjadi hutan. Mbah Mrio membuat perahu, dibawa sendiri, terus ketika melewati dari gili buntung turun melewati sungai,” imbuh Sikin.

Bacaan Lainnya

 


Kemudian, Mbah Mrio membawa perahunya ke aliran sungai tersebut. Lalu perahu itu dinaikkan dan di dayung untuk menyeberangi sungai. Maka sungai itu dikenal dengan Kali Ndayung.


 

“Sehingga perahu yang asalnya dibawa itu dinaiki di situ, di dayung untuk menyeberang dan kemudian terkenal dengan sebutan Kali Ndayung,” kata Sikin.

 


Untuk diketahui, Wisata Alam Kali Ndayung ini baru dibuka setahun lalu. Berjarak sekitar 30 menit dari pusat Kota Jepara jika ditempuh dengan kendaraan bermotor.


 


Tarif masuknya Rp 3 ribu per orang. Adapun tarif parkirnya Rp 4 ribu. Setelah membayar tiket, pengunjung bisa berjalan kaki sekitar 15 menit atau melanjutkan perjalanan dengan motor menuju lokasi.

 


Bagi yang bermotor mesti berhati-hati, sebab jalannya masih berbatu dengan tanjakan dan turunan yang menantang. Setiba di lokasi, pengunjung disambut keindahan alam lereng pegunungan Muria dan sungai yang alami. Bebatuan besar dan gemericik air bening menambah keindahan wisata Kali Ndayung.***

Sumber: Dtk.


Tag

Pos terkait