Masuk Gratis, Yuk Petik Buah Melon di Sidigede Jepara

Foto, Pengunjung sedang memilih melon premium di Green House Melonesia Farm Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, Kabupaten Jepara.

Global7.id – Jepara,

Merasakan sensasi memetik melon segar langsung dari kebunnya tentu merupakan pengalaman yang menarik. Wisata petik melon ini bisa dijumpai di Green House Melonesia Farm di Desa Sidigede, Kecamatan Welahan, kabupaten Jepara.


 

Pengunjung bisa menikmati secara langsung melon premium yang dipetik. Selain itu, wisata petik melon ini juga menawarkan pemandangan dan berfoto-foto di sekeliling ribuan tanaman melon.


 

Wisata petik melon di Green House Melonesia Farm ini dibuka setiap masa panen. Dengan sistem tanam hidroponik, tentu kualitas melon yang ditawarkan lebih bagus dari segi rasa dan kesegarannya.


 

Pengunjung juga dapat merasakan udara segar di dalam green house, memberikan kesempatan pengunjung masuk memilih melon secara gratis, serta merasakan sensasi memetik melon langsung di dalam green house.


 

“Masuknya gratis tanpa biaya, sistemnya pengunjung melihat, memetik, menimbang dan bayar sesuai berat melon, perkilogram harganya beda-beda karena jenisnya beda,” kata Umiyati (48) salah satu pemilik Green House Melonesia Farm Jepara, Senin (4/3/2024) kemarin siang.


 

Umi mengatakan, ada empat jenis melon premium yang ditawarkan dalam green house Melonesia Farm ini. Di antaranya Inthanon dari Belanda, Sweet Net dari Thailand, Sakata dari Jepang, Legita dan Kirani dari lokal.


 

Wisata petik melon ini dibuka dari pukul 08.00 WIB pagi hingga 18.00 WIB sore setiap musim panen. Biasanya, melon hidroponik ini akan panen setelah meninggu 65 hari setelah masa tanam. Sedangkan masa panennya berlangsung antara tiga hari sampai satu minggu.


 

Bacaan Lainnya

“Setelah panen ada proses olah tanah, ini yang agak lama,” ujarnya di green house seluas 1200 meter persegi itu.


 

Dari 2.260 tanaman melon yang ada, setiap panen bisa menghasilkan melon sekitar 3 ton dari semua jenis yang ada di Melonesia Farm. Dengan jenis dan harga yang berbeda, pengunjung bebas memilih dan memetik melon segar sesuai kebutuhan.


 

Pembeli bisa memilih jenis melon yang mau dipetik dengan menyesuaikan rasa dan harga perkilogramnya. Melon jenis Inthanon misalnya, dijual dengan harga Rp 30 ribu perkilogram, sedangkan melon jenis sweet net seharga Rp 40 ribu perkilogram.


 

“Biasanya pengunjung perorang rata-rata Rp 200-300 ribu sekali petik, kalau rombongan bisa nyampe jutaan,” beber Umi.


 

Dengan sistem tanam hidroponik dan irigasi tetes modern, pemilik Green House Melonesia Farm tak khawatir gangguan cuaca pada saat panen. Budidaya melon secara modern ini membantu melon dapat berbuah di musim kemarau maupun penghujan.


 

“Kalau musim hujan, operasional bertambah untuk antisipasi banjir dan penyuburan tanah,” timpalnya.


 

Sementara itu, Awang Budi Setyawan (4/3) perintis Green House Melonesia Farm Jepara, menambahkan, pengunjung di green house ini tak hanya dari lokal Jepara. Melainkan dari daerah sekitar seperti Demak, Kudus, Pati hingga Semarang.


 

Menurutnya, kualitas melon premium miliknya, sebanding dengan melon ekspor yang dikirim ke supermarket. Hanya saja, dirinya belum menyetor melon premium ke market modern, sebagian dijual ke tengkulak atau bakul.


 

“Peminatnya itu justru banyak yang menengah ke atas, mereka cocok dengan rasa dan tidak memikirkan harga,” ujar Awang di green house miliknya.


 

Melihat peluang yang ada, Awang berencana mengembangkan Melonesia Farm dengan menambah green house dan populasi tanam melon premium.


 

“Ke depan ingin nambah green house lagi, misalnya sewa atau cari tempat yang strategis, untuk saat ini masih di lahan pribadi, tempatnya agak masuk desa kalau dari jalan utama,” pungkas Awang.***

Sumber: SM.

 

Pos terkait