Global7.id – Jepara,
Telah terjadi penipuan yang diduga dilakukan oleh calo tiket kepada penumpang kapal atau wisatawan yang hendak liburan ke pulau Karimunjawa.
Mereka protes karena merasa ditipu calo. Padahal wanita itu telah membayar segala macam termasuk penginapan di Karimunjawa.
Wanita berkacamata mengenakan pakaian warna biru tengah adu mulut dengan seorang pria yang diduga petugas Pelabuhan Kartini Jepara.
Wanita itu merasa tidak terima karena seenaknya disuruh pulang. Bahkan wanita itu menduga ada permainan calo untuk mendapatkan tiket kapal penyeberangan ke Karimunjawa.
Sementara petugas yang mengenakan topi berjaket hitam tampak menjawab keluhan yang disampaikan wanita itu. Petugas menyampaikan melayani penumpang sesuai prosedur dan antrean.
“Ini lihat kami, kami sudah bayar hotel, bayar ini, banyak yang kami bayar, enak saja bapak suruh pulang, tidak bisa, tidak bisa pak,” kata wanita itu, Senin (21/8/2023).
“Iya kami dibatasi kapasitas,” jawab seorang petugas tiket.
“Bapak jangan gitu, bapak deh suruh kepala dinas ke sini, tolong pak kita sudah antre,” lanjut kata si wanita.
“Mohon maaf, agensi mana, kami melayani sesuai antrean,” kata petugas tiket.
“Itu calo, sudah pada pergi,” kata wanita itu.
“Kami melayani sesuai yang ada, kita melayani sesuai antrean sesuai kapasitas kita, sudah selesai kita tutup. Anda tidak dapat tiket jangan paksa kami,” jawab lagi petugas tiket.
Klarifikasi dari Dinas Perhubungan Jepara saat dimintai konfirmasi, Kepala Dinas Perhubungan Jepara, Ony Sulistijawan mengatakan telah mengantisipasi penumpang yang tidak mendapatkan tiket dengan mengirimkan surat kepada Dirjen Perhubungan Laut perihal pembelian tiket secara online. Namun, kata dia, belum ada tindak lanjut.
“Itu sudah kita antisipasi sebelumnya, kata bupati yang sudah bersurat ke Dirjen Perhubungan Laut, terkait untuk melakukan ticketing, masih menunggu itu,” kata Ony.
Ony membantah jika wisatawan yang viral tidak mendapatkan tiket karena permainan calo. Dia bahkan menantang untuk membuktikan tuduhannya itu.
“Itu kan batas kapasitas, bukan karena biro atau apa, jadi yang susah, kalau dari sini ada barengan, ya jadi memang otomatis berpegang pada itu (jumlah penumpang),” jelas Ony.
“Kalau ada calo buktikan, ketentuan seperti itu ya begitu, ya memang dari biro kadang pesan sudah lama, jadi mungkin antre lebih pagi atau lama kita belum tahu,” dia melanjutkan.
Terpisah, Pj Bupati Jepara Edy Supriyanta mengatakan terkait dengan penjualan tiket KM Siginjai kewenangan dari ASDP. Pemda sudah bersurat terkait pelayanan tiket penyeberangan Jepara-Karimunjawa atau sebaliknya secara online. Akan tetapi belum ada tindak lanjut dari ASDP.
“Penjualan tiket KM Siginjai kewenangan ASDP, bukan pemda, saya sudah menyurat ke Direktur PT ASDP untuk online, tinggal ASDP seperti apa menyikapinya,” ungkap Edy lewat pesan singkat kepada awak media.***
Sumber: Detikjateng.
Tag










