Global7.id – Jepara,
Hari ini, Senin (9/9/2024) gas elpiji 3 kilogram LANGKA di wilayah Jepara kota kecamatan Bangsri, hingga Kembang, Kabupaten Jepara.
Ami Azka salah satu warga Desa Tubanan mengeluhkan kondisi langkanya gas elpiji 3 kilogram, “Kabarnya hari ini (Senin 9/9/2024) harga dari distributor di naikin, tapi kok malah gak ada yang jual gas isi. Sudah mau satu bulan ni, gas sulit banget. Di Wilayah Saya kecamatan Kembang harganya ada yang 25 – 27 ribu, ” ujarnya, Senin (9/9).
“Klo ada kayu bakar ya balik lagi masak pakai kayu, klo gak ada ya lauk pauk beli bang, pada ngeluh tambah boros gak bisa masak, Apa-apa mahal tambah susah rakyat ini, ” imbuhnya.
Selain itu, Dicky penjual mie ayam di wilayah Potroyudan Jepara kota mengeluhkan hal yang sama, “Ini gimana ini, gas elpiji 3 kilogram pada kosong, Saya cari muter-muter dari ke Pengkol, Potroyudan, Senenan gak ada yang punya gas isi, pada kosong semua, ” ucapnya saat dikonfirmasi oleh awak media.
Diberitakan sebelumnya, harga Eceran Tertinggi (HET) elpiji 3 kilogram atau elpiji melon bakal naik mulai Senin (9/9) hari ini yang dimulai dari harga semula Rp 15.500 menjadi Rp 18 ribu di tingkat pangkalan dan dijual hingga 30 ribu bahkan sampai 40 ribu. Kebijakan tersebut nantinya akan diterapkan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Jepara.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Jepara Ferry Yudha Adhi Dharma saat dikonfirmasi awak media perihal gas elpiji 3 kilogram LANGKA di wilayah kabupaten Jepara mengatakan, “Waduh Saya kok tidak paham ya, selama istri Saya tidak mengeluh berarti masih aman, ” ujarnya Senin (9/9).
Menurutnya, ia menambahkan, “Saya tidak ada kapasitas untuk menjawab karena tidak ada info terkait hal tersebut. Mungkin bisa ditanyakan langsung ke SPBE atau Disperindag, ” jelasnya.***
Sumber: G7.










