Global7.id – Jepara,
Usaha salon plus dan karaoke di kawasan stadion Gelora Bumi Kartini (GBK) Jepara sepakat tutup. Para pelaku usaha berkomitmen untuk tidak melanggar kesepakatan kontrak di awal perjanjian.
Sebelumnya, warga Ujungbatu resah dengan adanya salon yang beroperasi di stadion GBK. Tiga salon tersebut diduga juga melancarkan usaha prostitusi.
Maul, tokoh masyarakat Ujungbatu menceritakan, pihaknya bersama warga sekitar akan menindak sendiri usaha plus-plus tersebut bila Pemda Jepara tidak menertibkan. Karena, sekitar tanggal 8 bulan ini. Pihaknya juga sudah melakukan audiensi bersama Pemda Jepara terkait hal tersebut.
Saat dikonfirmasi awak media, Mau mengungkapkan kekesalannya, “Ya jelas meresahkan. Tidak pantas. Apalagi saat ada pertandingan banyak tamu dari luar salonnya itu beroperasi. Kan bikin malu, ” ujar Maul.
Yang ia tahu, kegiatan prostitusi itu masih terlaksana hingga saat ini, “Setau saya masih beroperasi,” katanya.
Sementara itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan melalui Kepala Bidang Pasar Himawan mengaku sempat menanyakan hal tersebut kepada penyewa ruko.
Lilik, petugas lapangan mengatakan pihaknya telah menemui penyewa ruko stadion GBK yang menjalankan usaha salon karaoke tersebut.
Ada tiga orang yang datang untuk menyepakati surat pernyataan bahwa tidak akan melanggar aturan sewa.
“Dari awal memang aturan sewa tidak memperbolehkan (penggunaan usaha untuk prostitusi). Dan dia melanggar peraturan. Lalu mereka kami minta tanda tangan untuk sepakati itu. Kalau terbukti melanggar lagi nanti terpaksa kami tutup,” kata Lilik.
Setelah kesepakatan itu, dua salon menutup usahanya, “Kalau masih ada yang nyolong-nyolong (kesempatan) kita koreksi lagi. Desember tidak diperpanjang dan dicopot usahanya. Dia kan usaha seperti itu juga dikasih pengertian. Kami minta usaha yang lain saja,” jelasnya.***
Sumber: RK.
Tag










